DPR Desak Exxon & Conoco Garap Lapangan Gas Blok A

Jakarta (detikcom,16-02-04). Komisi VIII DPR RI mendesak Exxon Mobil Oil Indonesia dan Conoco Phillips segera mengembangkan lapangan gas Blok A di Aceh. Pasalnya, cadangan yang berada di blok itu diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik pupuk di Aceh, seperti Pupuk Iskandar Muda (PIM) I dan II, dan pabrik pupuk Asean Aceh Fertilizer (AAF) selama 10 tahun.

Jika, kedua perusahaan tersebut menolak mengembangkan blok tersebut, maka DPR akan mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan pengembangan blok A kepada perusahaan lain. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Agusman Effendi usai rapat dengar pendapat dengan Exxon di Gedung MPR DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin, (16/2/2004).

"Keamanan di Aceh saat ini sudah cukup kondusif. Exxon sendiri sudah menyatakan kesiapan untuk mengembangkannya. Tapi, keputusannya ada di tangan Conoco Phillips, jadi menurut saya kalau mereka tidak berani mengembangkan, maka kasih saja blok itu kepada pemerintah untuk diberikan kepada perusahaan lain," papar Agusman.

Blok A sendiri saat ini dikembangkan oleh KPS Conoco Phillips dan Exxon Mobil dengan komposisi 50:50. Adapun kontrak pengembangan lapangan ini akan selesai pada tahun 2010. Namun, kenyataannya hingga saat ini kedua operator tersebut sama sekali belum melakukan upaya pengembangan karena alasan keamanan. "Jadi cadangannya itu sangat besar, reserve-nya besar dan ini sesuai dengan kebutuhan gas kita yang cukup tinggi. Jadi, harus segera diputuskan sekarang mengingat masa pengembangannya membutuhkan waktu empat tahun," katanya.

Selain itu, DPR juga mengusulkan kepada pemerintah agar memberikan insentif khusus bagi pengembangan blok A mengingat kandungan sulfur di daerah tersebut cukup tinggi, sehingga pola bagi hasil yang biasanya 70:30, sebaiknya diubah menjadi 65:35.(mi). Reporter : Anita Hendranugraha