Pemerintah Masih Upayakan Pasokan Gas Ke Pabrik Pupuk Di Aceh

BANDA ACEH (Antara, Waspada, 27-01-04): Gubernur Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Abdullah Puteh, mengatakan pemerintah pusat kini terus berupaya mencari solusi bagi pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan sejumlah pabrik pengolahan pupuk di daerahnya.

"Atas nama pemerintah pusat, Menko Ekuin telah minta kepada para pengusaha agar bersabar karena sedang diupayakan untuk mempasok gas ke pabrik pupuk di Aceh, sehingga perusahaan yang memperkerjakan ribuan karyawan itu bisa segera beroperasi kembali," katanya kepada pers di Banda Aceh, Senin.

Menurut Gubernur, pemerintah pusat kini sedang meluruskan beberapa masalah terkait dengan perusahaan ekploitasi gas alam PT Exxon Mobil tersebut. Perusahaan ekploitasi gas alam cair PT Exxon Mobil, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan PT Asean Aceh Fertilizer (AAF), beroperasi di Kabupaten Aceh Utara Propinsi NAD.

"Ada beberapa masalah yang sedang diluruskan PT Exxon Mobil, karena perusahaan ekploitasi gas alam tersebut hingga kini masih terikat kontrak dan harus memenuhi kontrak LNG-nya ke Korea dan Jepang. Disisi lain, harga jual gas dalam negeri itu lebih murah," ujar Abdullah Puteh.

Dipihak lain, Gubernur menyatakan prihatin atas terhentinya operasional tiga pabrik pupuk itu ketika pemerintah berupaya membuka lapangan kerja guna mengatasi angka pengangguran di Aceh yang telah mencapai 450 ribu orang dari total penduduk sekitar 4,2 juta jiwa tersebut. "Tidak beroperasinya ketiga pabrik pupuk tersebut karena terputusnya suplai gas dari Exxon Mobil, maka telah menambah daftar panjang para pengangguran serta dapat membawa 'multipier effect, yang tidak kecil bagi industri hilir dan kehidupan masyarakat terutama di Kabupaten Aceh Utara," katanya. Oleh karena itu, tambahnya, menjadi tugas semua elemen masyarakat untuk memperjuangkan agar pabrik pupuk di Aceh Utara tersebut bisa beroperasi kembali. (sh)