Pupuk Pusri untuk wilayah Jawa dialihkan ke Aceh

JAKARTA (Bisnis, 19-01-04): Krisis pupuk petani di kawasan pantura akibat sekitar 30.000 ton pupuk milik PT Pusri yang akan dipasarkan ke wilayah Jawa harus dialihkan ke Nangroe Aceh Darussalam dan Sumut akibat pasokan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh terhenti.

"Sesuai Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan N0.70/2003, daerah NAD dan Sumut adalah kawasan atau wilayah pemasaran untuk PT Pupuk Iskandar Muda atau PIM," ujar Dirjen Bina Sarana Produksi Deptan, Ato Suprapto di Jakarta hari ini. Menurut dia, terhentinya pasokan ke NAD dean Sumut diakibatkan PIM tidak mampu memasok pupuk lagi. PIM tak lagi produksi karena terhentinya pasokan gas tersebut berawal dari gangguan produksi gas Exxon Mobil Oil Indonesia (EMOI).

Dia menambahkan karena harus dipasoknya NAD dan Sumut serta harus tetap terjaganya permintaan di Jawa membuat PT Pusri kesulitan untuk memasok karena terbatasnya angkutan. "Satu kapal angkut PT Pustri hanya mampu membawa 7.000 ton pupuk. Kapal yang dimiliki ada lima. Kalau harus pasok ke NAD dan Sumut sebanyak 30.000 ton, butuh waktu. Belum lagi harus memenuhi wilayah pemasaran Pusri," tutur Ato. Ato mengatakan untuk mengatasi persoalan itu, maka pasokan gas dari Exxon ke PIM harus dilakukan. "Dengan begitu, kebutuhan pupuk petani di NAD dan Sumut cukup dari PIM," ujar dia. Namun, menurut dia, kebutuhan pupuk petani di Cirebon sebanyak 6.600 ton untuk MT 2004 sudah mulai dipasok dari Pusri. "Saya sudah melihat langsung kedatangan itu di pelabuhan Cirebon, Sabtu (17/1) kemarin" ujar dia. Ato mengatakan pihaknya juga sudah memerintahkan pengawasan pupuk di daerah Pantura harus terus dilakukan. "Terutama mengawasi kelompok tani yang nakal, yang membeli dari pabrik dan menjualnya tidak langsung ke petani tapi ke kios dengan hara yang lebih menjanjikan," tutur dia setelah melihat ada indikasi permainan seperti itu di lapangan. (Oleh Martin Sihombing)