Alokasi Ekspor LNG Arun Dipasok dari Luar Negeri

JAKARTA (Media, 16 Jan 04): Meski sulit, pemerintah akan mencari tambahan pasokan gas alam dari luar negeri sebagai pengganti alokasi ekspor gas alam cair (LNG) dari ladang Arun, yang dipakai memasok gas ketiga industri pupuk di Nanggroe Aceh Darussalam.

"Tambahan pasokan gas dari luar negeri itu masih kita negosiasikan. Masalahnya apakah kita bisa mendapatkan gas dalam waktu cepat. Kalaupun bisa mendapatkannya, kemungkinan besar harganya mahal," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro usai membuka seminar Indonesia-Iran Oil and Gas Bussiness, Training, and Technology di Jakarta, kemarin.

Rencana menambah pasokan gas dari luar negeri itu dipicu oleh alokasi gas sebesar 75 juta kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/MMSCFD) untuk operasional tiga pabrik pupuk di Aceh selama empat bulan masih belum mencukupi. Padahal, kebutuhan maksimal gas untuk bahan baku ketiga pabrik pupuk di Aceh, yakni PT Pupuk Iskandar Muda (PIM I dan II) dan PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) sebesar 150 MMSCFD. Akibat krisis pasokan gas alam dari ladangan Arun, Lhok Seumawe saat ini ketiga pabrik tersebut belum beroperasi normal.

Berkaitan dengan rencana penambahan pasokan gas alam dari luar negeri, Purnomo mengaku telah menerima permohonan resmi dari industri pupuk mengenai permintaan tambahan pasokan gas tersebut. Untuk itu, pemerintah akan membantu mencarikan gasnya dari pasar di luar negeri. "Namun, untuk mencari gas di pasar spot (kontrak jangka pendek) luar negeri bukan hal yang mudah," ujarnya. Mengenai besaran anggaran pembelian gas tersebut, menurut Purnomo, pihaknya akan segera membicarakan masalah itu dengan Departemen Keuangan. Karena langkah penambahan pasokan ini terkait dengan anggaran pembelian LNG dari luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Shaban Shahidi-Moaddab, mengatakan pihaknya akan menanamkan investasi di sektor minyak dan gas bumi sebesar US$1 miliar. Sebagian besar dana itu akan diinvestasikan untuk membangun kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, bekerja sama dengan PT Pertamina. (Wis/E-8)