Pasok gas ke pabrik pupuk tak jelas

JAKARTA (Bisnis, 15 January 2004): Asosiasi Eksportir dan Importir Pupuk Indonesia (Aeksipi) menilai pasokan gas untuk pabrik pupuk semakin tidak jelas akibat BP Migas-sebagai wakil pemerintah di bidang pertambangan gas bumi-tidak memiliki komitmen untuk memajukan industri dalam negeri. "Akibatnya beberapa pabrik pupuk menghentikan produksi pupuk. Misalnya PT Pupuk Iskandar Muda terpaksa menghentikan kegiatan produksi di PIM I karena pengelola ladang gas di kawasan Nanggroe Aceh Darussalam yakni ExxonMobil, lebih suka mengekspor gas yang dieksploitasinya ketimbang memenuhi kebutuhan gas untuk PIM," ujar Ketua Umum Aeksipi, Naldy Nazar Haroen, di Jakarta kemarin.

Selain itu, menurut dia, kegiatan pabrik pupuk Kalimantan Timur juga terhenti, akibat terganggunya pasokan gas ke BUMN tersebut. Sementara itu, Manajer Hupmas PT Pertamina, Ridwan Nyak Baik, mengatakan yang mengatur pasokan gas untuk kebutuhan pabrik pupuk adalah BP Migas, bukan PT Pertamina.

Seyogianya sebagai wakil pemerintah, menurut dia, BP Migas harus bisa menekan ExxonMobil agar mengutamakan kebutuhan industri dalam negeri, utamanya Aceh. "Sebab jika sampai PIM berhenti berproduksi, akibatnya sangat buruk dalam upaya mengembalikan NAD seutuhnya ke pangkuan negara kesatuan RI. Masalah Aceh adalah masalah keadilan ekonomi dan kesempatan kerja. Jika PIM tutup, pasti akan membuahkan keresahan sosial baru pula, ini jelas akan menyulitkan penguasa darurat militer di Aceh dan harus dicegah," imbaunya.

Seyogianya, lanjut Nyak Baik, BP Migas mengambil prakarsa strategis. Ini pun jika pejabat-pejabat BP Migas itu punya niat baik untuk memajukan produksi pupuk dalam negeri dan membantu penguasa darurat militer di Aceh menciptakan keadaan yang makin kondusif. "Bukan diam yang mengakibatkan tumbuhnya kondisi yang kontraproduktif." Tidak hanya BP Migas, kata Naldy, semua unsur di negeri ini memiliki komitmen untuk memajukan industri dalam negeri. Bukan mencari kesempatan dalam kesempitan. "Misalnya hanya memikirkan komisi dari penyerahan kegiatan eksplorasi gas bumi kepada kontraktor asing dalam jangka waktu lama." (if) Loe