Pemerintah Pasok Gas ke Pabrik Pupuk di Aceh

JAKARTA (Media), 9 Jan 04 : Pemerintah akan memasok gas ke pabrik pupuk di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yakni PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan PT ASEAN Aceh Fertilizer (AAF) selama caturwulan I/2004 sebanyak 73 juta hingga 75 juta kaki kubik per hari (million metric cubic feet per day/MMSCFD).

Demikian Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro No 0148/25/Men/2004 tanggal 7 Januari 2004 tentang pasokan gas ke pabrik pupuk di Aceh yang ditujukan kepada Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) dan Menteri BUMN.

Untuk itu, Menteri ESDM telah menunjuk Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) untuk menindaklanjutinya, termasuk perundingan harga--bila ada--terutama untuk alokasi PT AAF. Pasokan gas tersebut akan diperoleh dari PT ExxonMobile Indonesia (EMOI). Namun, ketika dimintakan konfirmasi, Kepala BP Migas Rachmat Sudibyo mengaku belum menerima surat perintah tersebut.

Menurut Dirut PIM Hidayat Nyatman, di Jakarta, kemarin, pasokan gas yang masih sangat terbatas tersebut akan diprioritaskan untuk pabrik PIM II, yakni sebesar 50 hingga 60 MMSCFD. Sedangkan sisanya dialokasikan untuk pabrik PIM I atau AAF. ''Dengan adanya pasokan gas tersebut, insya Allah pabrik PIM II akan dapat beroperasi kembali,'' katanya. Sementara itu, produsen gas di Aceh bakal sulit memenuhi komitmen memasok gas alam untuk kebutuhan industri pupuk meski pemerintah menjamin akan segera mengatasi masalah krisis pasokan gas di Aceh. Pasalnya, pihak pembeli di luar negeri menolak permintaan Indonesia untuk menunda pengiriman LNG dari ladang Arun sebagai cara untuk mencukupi pasokan gas bagi industri pupuk di Aceh.

Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu dan Gas Bumi (BP Migas) Kardaya Warnika kepada wartawan di Jakarta, kemarin, mengungkapkan selama ini pihaknya telah berusaha untuk melobi pihak pembeli di Jepang maupun Korea Selatan untuk dapat menunda pengiriman kargo LNG dari Indonesia. Namun, hal itu ditolak pihak pembeli karena ada sejumlah kendala teknis jika hal itu dilakukan. (Sdk/Wis/X-7)