Pemerintah Diminta Segera Tuntaskan Pasokan Gas di Aceh

detikcom - Jakarta, 7 Jan 04: Produsen pupuk di Aceh mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan masalah terhentinya pasokan gas bagi industrinya. Jika dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan penduduk sekitar karena tempat pendingin amoniak yang ada saat ini bisa meledak jika tidak ada pasokan gas.

“Kita ingin industri pupuk di Aceh bisa jalan. Dan ini tergantung pemerintah,” kata Dirut Pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Hidayat Nyak Mat kepada wartawan di Kantor Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Rabu (7/1/2003).

Manajemen PIM sendiri menurut Hidayat, telah mengusulkan 3 skenario utuk menuntaskan masalah tersebut, salah satunya meminta pemerintah menunda pengiriman LNG ke luar negeri sebanyak 3 kargo. LNG tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pabrik pupuk yang mencapai 50 mmcft. “Jadi kira-kira itu setara dengan 3 kargo untuk satu pabrik per tahun. Tapi lagi-lagi ini tergantung pada pemerintah,” ujarnya.

Dijelaskan Hidayat, pabrik PIM 1 sudah tutup sejak lama, namun PIM 2 saat ini sudah mendapat pasokan gas secara bertahap hingga mencapai volume optimal pada awal Januari. “Tapi yang kami inginkan bukan PIM 2 saja yang jalan, melainkan juga 2 pabrik pupuk lainnya yaitu PIM 1 dan AAF (Asean Aceh Fertilizer,” katanya. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa pada tahun 2004 ini pemerintah akan memprioritaskan pasokan gas untuk kelangsungan operasional PIM 2. Pasalnya proyek tersebut sudah dijadwalkan sejak lama. Pada kesempatan terpisah kepala BP Migas Rachmat Sudibyo mengatakan bahwa masalah pasokan gas ini tidak dapat diputuskan oleh departemen teknis saja. Untuk itu menurut rencana masalah tersebut akan dibawa ke sidang kabinet pada hari ini. (qom)/ Reporter Anita Hendranugraha