Subsidi pupuk harus dilepas

JAKARTA (Bisnis), 01-10-2003 : Praktisi pupuk menilai pemerintah dalam dua hingga tiga tahun mendatang sudah waktunya untuk melepas subsidi pupuk dengan kompensasi memberi proteksi harga gabah guna memperbaiki kesejahteraan petani. Penghapusan subsidi itu tidak akan menambah beban petani, jika pemerintah memproteksi harga gabah, mencegah impor beras ilegal dan menerapkan bea masuk yang tinggi kepada beras impor.

Dirut PT Pusri Zainal Soedjais mengatakan subsidi untuk pupuk itu sudah waktunya dilepas agar beban pemerintah berkurang. "Apalagi, komponen pupuk pengaruhnya hanya 10% dari pendapatan atau 17,5% dari biaya yang dikeluarkan oleh petani," ujarnya kemarin. Dia menegaskan penghapusan subsidi pupuk itu tidak berpengaruh signifikan terhadap biaya petani, kendati harga jualnya bakal meningkat antara 30%-40%. Rinciannya, harga pupuk urea dari Rp1.050/kg bakal naik menjadi Rp1.400/kg, SP36 naik dari Rp1.400/kg menjadi Rp1.600-Rp1.700/kg, ZA naik dari Rp900/kg menjadi Rp1.200/kg dan NPK naik dari Rp1.600 menjadi Rp2.500/kg. Menurut Soedjais, angka tersebut dalam rupiah tidak besar. Misalnya, biaya penggarapan sawah untuk satu hektar sebesar Rp600.000, maka biayanya hanya naik Rp200.000. (shm)