Pasokan gas lancar, PIM kembali operasikan pabrik

JAKARTA (Bisnis) 5 September 2003. PT Pupuk Iskandar Muda berhasil mengoperasikan kembali pabriknva setelah Exxon Mobil Oil Indonesia Inc. (EMOI) meningkatkan pasokan gas dari 60% menjadi 90% dari kontrak suplai gas yang seharusnya diterima PIM. Keputusan untuk meningkatkan pasokan gas ke PIM menjadi 90 % dari kebutuhan gas sebesar 63 MMSCFD dibuat pada saat dilakukan pertemuan antara manajemen PIM, Kantor Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, BP Migas dan manajemen EMOI.

Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda Hidayat Nyakman mengatakan kendati pasokan gas ke PIM belum dapat optimal, namun kondisi itu telah mampu membuat pabrik PIM-1 beroperasi dengan utilisasi 90 % dari kapasitas terpasang. ”Dengan kondisi itu kegiatan produksi pupuk di pabrik PIM-1 akan kembali berlangsung normal sehingga kebutuhan pupuk urea di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara untuk sementara masih dapat dipenuhi”, ujar dia kepada Bisnis seusai mengikuti rapat tersebut, kemarin.

Direktur Keuangan dan Komersial PT Pupuk Iskandar Muda Mashudianto mengatakan peningkatan pasokan gas dari EMOI hanya berlangsung untuk bulan September, sambil menunggu perbaikan cluster 3 dan 4 EMOI yang mengalami kerusakan. ”Setelah perbaikan selesai pasokan gas dari EMOI akan kembali normal sehingga PIM-1 diharapkan dapat beroperasi kembali secara normal setelah September.” Pabrik PIM-1 sebelumnya mengalami kegagalan dalam me-restart pabrik akibat gangguan pasokan gas dari EMOI setelah sempat menghentikan operasi sebulan untuk menjalani Sceduled Turn Arround.

Menurut jadual semula, pabrik urea perusahaan itu, seharusnya beroperasi sejak pekan keempat Agustus. PT PIM sebelumnya telah berhasil men-start up unit ammonia pada PIM-1, namun perusahaan itu gagal mengoperasikan urea karena terhentinya gas dari Exxon. Menurut Mashudianto, jika tidak segera dipulihkan, stock pupuk urea perusahaan hanya cukup untuk lima hari. Padahal, PT PIM harus menyediakan pupuk dalam jumlah besar guna mengantisipasi lonjakan permintaan pada musim tanam. Produksi pupuk urea PT Pupuk Iskandar Muda perbulannya mencapai 50 ribu ton. Sementara kebutuhan urea diwilayah pemasaran PIM yaitu Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara sebesar 40.000 ton per bulan.

Dalam surat resmi PT Pupuk Iskandar Muda yang ditujukan ke Menperindag, Direktur Utama PT PIM Hidayat Nyakman mengatakan bahwa terhentinya pasokan gas ke pabrik diakibatkan oleh terjadinya gangguan di cluster 3 dan 4 serta fasilitas water treatment di ladang minyak EMOI. (trd).