Ekspor LNG ke Jepang dan Korsel tak terganggu

LHOKSEUMAWE (Bisnis) 1 September 2003 : Kilang LNG Arun optimitis sanggup memenuhi ekspor gas alam cair ke Jepang dan Korsel sebanyak115 kapal tahun ini meski sumber gas dari ladang Exxon Mobil sempat dilaporkan terbakar khususnya di daerah oparasi kawasan Nanggroe Aceh Darussalam.

Irwandar, juru bicara PT. Arun LNG & Co, mengungkapkan ladang Exxon yang terbakar masih dalam skala kecil dan kelihatannya tidak begitu masalah karena sudah dapat diatasi secepatnya serta kegiatan produksi gas alam dari kilang Arun masih berjalan normal. “Kegiatan kilang Arun hingga kemarin belum terganggu dan pasok gas ke sejumlah industri pupuk seperti pabrik PIM (Pupuk Iskandar Muda) dan AAF masih berlangsung aman,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, manajemen Arun sudah mendapatkan laporan mengenai adanya ladang gas yang terbakar dikawasan ladang Arun tersebut meskipun pihak EMOI (Exxon Mobil Indonesia) bisa mengatasi dan dipadamkan segera. Dampak dari kebakaran itu, lanjutnya, diyakini tidak begitu mempengaruhi terhadap rencana ekspor LNG asal dari kilang Arun tahun ini dengan target mencapai 115 kapal atau setara dengan 14.260.000 meter kubik.

Meskipun EMOI, katanya, tidak melaporkan secara formal namun hanya menyampaikan terjadinya sedikit gangguan akibat kebakaran tersebut. “Begitupun kilang Arun akan memenuhi rencana ekspor seperti yang sudah ditentukan, apalagi Arun hingga kini sudah merealisasikan pengapalan LNG sebanyak 70% dari rencana 115 kapal yang akan diekspor tahun ini.” Irwandar menjelaskan pasok LNG ke semua industri pupuk yang beroperasi di Lhokseumawe Aceh masih berjalan normal. “Belum ada gangguan supplai gas ke pabrik pupuk tersebut.” (m17)