Ladang Exxon Terbakar LNG & PIM Terganggu

JAKARTA (Bisnis), 30 Agustus 2003. Kebakaran ladang gas Exxon Mobil Corp di Lhokseumawe Aceh dua hari lalu menyebabkan gangguan pasok ke pabrik gas alam cair ( LNG) dan pabrik Pupuk PT Pupuk Iskandar Muda sehingga hanya berproduksi 60% dari kapasitas terpasang. “Export LNG kita akan terganggu karena perbaikannya membutuh waktu sekitar dua pekan. Api berhasil dipadamkan hari ini (kemarin), tapi kapasitas produksi hanya 60%,”, ungkap Wakil ketua BP Migas Kardaya Warnika di Jakarta seperti dikutip Bloomberg.

Ladang gas Aceh yang dioperasikan Exxon Mobil memasok gas ke PT Arun LNG yang memproses LNG untuk ekspor ke Korsel dan Jepang. Tapi pasokan terganggu karena dugaan masalah pada listrik. “Namun, masalah listrik mungkin telah menyebabkan kebakaran meski tidak di kesampingkan kemungkinan adanya sabotase. Indonesia tengah menyelidiki penyebabnya,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro Kamis malam.

Gangguan itu menyusul kebakaran serupa yang terjadi di satu ladang LNG Malasiya pekan lalu, yang mungkin menyebabkan kekurangan bahan bakar untuk pembeli (buyer) seperti Korea Gas Corp dan Tohoku Electric Power Co. “Pembeli bakal melihat ke negara lain, mungkin ke Timur Tengah, yang mungkin mengurangi pasokan gas ke Eropa dan AS,” ungkap analis.

Sementara itu juru bicara Exxon Mobil indonesia Deva Rachman mengatakan perbaikan atas kebakaran itu sedang berlangsung. ”Buyers telah diberitahukan tentang masalah ini.” Deva mengemukakan bahwa pada 28 Agustus produksi gas dan kondensat di Kluster III dan IV sudah mulai berproduksi, namun belum pulih sepenuhnya dan perbaikan fasilitas produksi terus dilakukan. “Exxon terus melakukan koordianasi dengan BP Migas soal perbaikan fasilitas produksi itu,” ujar kepada Bisnis tadi malam.

Korea Gas telah diberitahu bahwa Petroliam Nasional Bhd, BUMN Migas Malaysia, mungkin tidak mampu memasok 336.000 metrik ton LNG antara September dan Maret karena kebakaran pada ladang gasnya di Bintulu, Kalimantan. “(Kekurang pasokan) itu akan menjadi masalah besar, mereka harus menggantinya,” kata Andrew Flower, konsultan LNG independen berbasis di London, Kamis. ”Pilihan jelas untuk penggantian kargo tersebut adalah Timur Tengah.”

Pabrik Pupuk Sementara itu, Dirut PT Pupuk Iskandar Muda, Hidayat Nyakman mengakui akibat kejadian di Exxon mobil itu pasokan gas alam ke pabrik Amoniak dan Urea itu hanya 60% dari normal. “Kami hanya dapat mengoperasikan pabrik Amoniak, sedangkan pabrik Urea untuk sementara tidak dapat beroperasi,” ujarnya kepada Bisnis kemarin. Menurut Hidayat , pihak Exxon Mobil menjanjikan pasokan alam akan pulih dalam satu pekan.” Kami berharap tiga hari setelah pasokan itu pulih, pabrik Urea beroperasi normal,” ujarnya .

Ditempat terpisah Presdir PT Asean Aceh Fertilizer Rauf Purnama mengatakan pabrik tidak berproduksi sejak 3 Agustus, setelah kompresor Exxon dimatikan. “Kejadian di Exxon saat ini tidak mempengaruhi pabrik kami. Tetapi AAF sudah tidak berproduksi sejak awal Agustus karena tidak ada pasokan gas dari Exxon akibat kompresornya dimatikan.” Akibatnya, kata dia, AAF kehilangan produksi sebulan sekitar 40.000 ton Urea dan Amoniak. Namun kemungkinan pabrik AAF dapat beroperasi pada September bila sudah ada pasokan dari Exxon (t01/no/ye).