Petani Tanah Luas, Aceh Utara Kesulitan Urea Bersubsidi, Ini Penjelasan PT PIM

SERAMBI INDONESIA : 20 JULI 2019

Petani di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara dan sekitarnya kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi dari pedagang pengencer.

Kondisi ini sering terjadi di kecamatan tersebut dan kecamatan lainnya ketika memasuki musim turun ke sawah.

Hal ini diduga karena pupuk tersebut dijual bukan kepada warga yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Warga di Tanah Luas saat ini sangat kesulitan mencari pupuk bersubsidi. Kami sudah berusaha mencarinya ke sejumlah pedagang pengecer, tapi mereka menyebutkan tak ada stok,” ujar Hasbuh atau yang akrap disapa Cek Boh (40) petani Desa Matang Baloi Kecamatan Tanah Luas kepada Serambinews.com, Sabtu (20/7/2019).

Ia mengaku sudah berusaha mencari pupuk urea bersubsidi ke kecamatan lain, tapi juga tak berhasil menemukan.

“Hari ini saya baru mendapatkan satu sak pupuk urea bersubsidi di kawasan Keude Krueng (Kecamatan Samudera). Padahal kemarin saya sudah mencarinya sampai ke Lhoksukon dan Matangkuli, tapi tak menemukannya,” katanya.

Persoalan lain, kata Hasbuh, ada pedagang yang menjual urea bersubsidi yang dipaketkan dengan pupuk lainnya, sehingga bagi warga yang tak memiliki cukup uang, juga tak bisa memperoleh pupuk, karena harus beli paket.

“Harusnya kondisi ini tidak terjadi. Kita berharap dinas dan pihak terkait mengawasinya, agar tak terjadi penyelewengan dalam distribusi pupuk bersubdisi,” ujar Hasbuh.

Sementara itu Manager Humas PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Nasrun menyebutkan tahun 2019 alokasi urea bersubsidi untuk Aceh berkurang dibandingkan tahun 2018.

Kondisi ini berdampak terhadap alokasi untuk kabupaten/kota di Aceh seperti Paya Bakong, Tanah Luas, Matang Kuli dan Nibong.

Berdasarkan Permentan Nomor 47 Tahun 2018, Aceh hanya mendapatkan alokasi urea bersubsidi sebesar 54.400 ton.

Sedangkan pada 2018, Aceh mendapat 80.687 ton, berarti ada pengurangan sebesar 26.287 ton.

“Berdasarkan data, Aceh Utara pada 2019 mendapat 7.193 ton karena ada pengurangan 3.260 ton dari tahun 2018 dengan kuota 10.453 ton,” kata Nasrun.

Jadi kata Nasrun, kondisi ini bukan kelangkaan urea bersubsidi, tapi kekurangan alokasi pupuk urea bersubsidi.(*)

https://aceh.tribunnews.com/2019/07/20/petani-tanah-luas-aceh-utara-kesulitan-urea-bersubsidi-ini-penjelasan-pt-pim