Kuota Pupuk Subsidi Turun Drastis

Serambi Indonesia : 5 Januari 2019

* Ekses Penerbitan Data Luas Sawah oleh BPN

BANDA ACEH - Petani di Aceh akan mengalami kekurangan pupuk bersubsidi yang sangat besar pada tahun ini. Pasalnya, kuota semua jenis pupuk bersubsidi yang diberikan pusat untuk Aceh semuanya berkurang rata-rata di atas 30 persen dari kuota tahun lalu.

“Pengurangan jatah pupuk subsidi ini dampak dari penerbitan data hasil pemotretan lahan sawah baku di Indonesia oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) pusat pada tahun 2018 lalu, secara nasional,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, A Hanan SP MM kepada Serambi, Jumat (4/1), di ruang kerjanya.

Didampingi Kabid Pupuk, Fakhrurazi dan Kabid Produksi, Muhklis, Kadistanbun menjelaskan, berdasarkan data BPS tahun 2016, luas sawah di Aceh masih sekitar 293.067 hektare. Sedangkan, hasil pemotretan satelit yang dilakukan BPN secara nasional pada tahun 2018, luas areal sawah baku produktif di Aceh hanya tinggal sekitar 193.146 hektare. “Itu berarti telah terjadi penyusunan atau pengurangan seluas 99.922 hektare,” jelasnya.

Pengurangan areal sawah tersebut, terang A Hanan, menjadi dasar pemerintah pusat dalam mengalokasikan pupuk bersubsidi ke daerah, termasuk untuk Aceh. “Makanya, dengan pengurangan areal lahan sawah baku tersebut, kuota pupuk yang diberikan untuk daerah ikut berkurang. Peristiwa ini terjadi di seluruh Indonesia, bukan hanya Aceh,” ucapnya.

Dia menyebutkan, jika tahun 2018, kuota pupuk urea untuk Aceh masih mencapai 80.687 ton, tapi tahun ini hanya diberikan sebanyak 54.400 ton, atau berkurang 26.287 ton alias 32,57 persen. Sedangkan, kuota pupuk SP 36, dari 24.320 ton pada tahun lalu, kini cuma diberikan 16.668 ton, berkurang 7.652 ton atau sebesar 31,46 persen.

Selanjutnya, pupuk ZA, tahun lalu masih diberikan 14.670 ton, tahun ini diberikan 9.247 ton, menurun 5.423 ton atau sebesar 36,96 persen. Kemudian, pupuk NKP yang tahun lalu masih diberikan 54.000 ton, tahun ini tinggal 35.249 ton, berkurang sebanyak 18.751 ton atau sebesar 34,72 persen.

Disusul pupuk organik, dimana tahun 2018 masih diberikan 8.950 ton, tahun ini diberikan 6.605 ton, berkurang 2.345 ton atau sebesar 26,20 persen. “Akibat dari pengurangan kuota pupuk secara menyeluruh untuk Aceh, maka jatah kuota pupuk bersubsidi per kabupaten/kota yang diterima juga ikut menurun,” sebutnya.

Bukan cuma pupuk bersubsidi, Kabid Produksi, Mukhlis menambahkan, dampak dari penerbitan data luas sawah baku oleh BPN Pusat itu juga membuat kuota bantuan prasarana dan sarana produksi untuk Aceh ikut berkurang. “Misalnya, bantuan benih padi, jagung, kedelai, obat-obatan, peralatan mesin pertanian, dan lainnya,” ungkapnya.(her)

 

http://aceh.tribunnews.com/2019/01/05/kuota-pupuk-subsidi-turun-drastis