Stok Pupuk NPK dan SP-36 Habis Untuk 3 Kecamatan di Abdya, Persediaan di 6 Kecamatan Sangat Terbatas

Serambi Indonesia : 28 Agustus 2018

BLANGPIDIE- Tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami kelangkaan pupuk sangat parah, yaitu Lembah Sabil, Manggeng dan Setia.

Karena dua jenis pupuk bersubsidi, NPK Phonska dan SP-36 tidak ada lagi alokasi untuk tiga kecamatan tersebut atau alokasinya sudah nol. Sedangkan alokasi pupuk  ZA hanya tersisa sebanyak 4 ton saja.  

Sementara alokasi pupuk NPK Phonska, SP-36 dan ZA untuk enam kecamatan lainnya di Abdya dilaporkan tersedia dalam jumlah sangat terbatas dan dipastikan tidak cukup sampai Desember mendatang.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Abdya, drh Nasruddin dihubungi Serambinews.com, Selasa (28/8/2018) menjelaskan, berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh tanggal 3 Januari 2018 alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Abdya 2018, terdiri dari  Urea 2.144 ton, NPK Phonska 1.898 ton, ZA 635 ton, SP-36 495 ton, dan pupuk organik 1.100 ton.

Pupuk bersubsidi tersebut disalurkan dua distributor untuk seluruh kecamatan (sembilan kecamatan) di Abdya.

PT. Meuligoe Raya selaku distributor pupuk bersubsidi, jenis NPK Phonska, SP-36 dan ZA untuk tiga kecamatan di Abdya, yaitu Lembah Sabil, Manggeng dan Setia.

PT. Meuligoe Raya, juga selaku distributor pupuk bersubsidi jenis Urea untuk seluruh kecamatan di Abdya (sembilan kecamatan), yaitu Babahrot, Kuala  Batee, Jeumpa, Susoh, Blangpidie, Tangan-Tangan, Setia, Manggeng, dan Lembah Sabil.

PT. Pertani selaku distributor pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, SP-36 dan ZA untuk enam kecamatan lainnya di Abdya, yaitu Babahrot,  Kuala Batee, Jeumpa, Susoh, Blangpidie dan Tangan-Tangan.

Nasruddin menjelaskan, pihaknya bersama staf telah menggelar rapat dengan distributor, PT Meuligoe Raya dan PT Pertani di Kantor Distan dan Pangan  setempat, Senin (27/8/2018).

Rapat tersebut menyikapi informasi terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi akibat alokasi tidak sesuai kebutuhan areal tanam seluas 10.267 hektare (ha) dan dua kali tanam (gadu dan rendengan) mencapai 20.534 ha.

Distributor PT Meuligoe Raya diwakili Helmi dalam rapat tersebut melaporkan alokasi dua jenis pupuk bersubsidi (NPK Phonska dan SP-36) untuk tiga kecamatan, Setia, Manggeng dan Lembah Sabil sudah nol atau tidak ada lagi. Sementara alokasi pupuk ZA untuk tiga kecamatan tersebut hanya tersisa sebanyak 4 ton.

Sedangkan alokasi pupuk Urea untuk sembilan kecamatan sejak Babahrot sampai Lembah Sabil dilaporkan oleh PT Meuligoe Raya masih tersedia 651 ton dari alokasi 2018 sebanyak 2.144 ton.

Sementara PT Pertani Perwakilan Abdya, Safrizal dalam rapat tersebut melaporkan alokasi pupuk  NPK Phonska, SP-36 dan ZA untuk enam kecamatan lainnya, yaitu Babahrot,  Kuala Batee, Jeumpa, Susoh, Blangpidie dan Tangan-Tangan.

Dirincikan, alokasi pupuk yang masih tersedia untuk kecamatan tersebut adalah, NPK Phonska tersedia 162 ton.

Tapi 125 ton diantaranya dalam proses penebusan ke produksen. SP-36 tersedia 60 ton, sebanyak 30 ton diantaranya dalam proses penebusan. ZA tersedia 84 ton, sebanyak 45 ton diantaranya dalam proses penebusan.

Ketiga jenis pupuk bersubsidi tersebut bisa disalurkan PT Pertani ke kios-kios pengecer paling lambat awal September, bulan depan.

Pupuk bersubsidi yang masih tersedia dalam jumlah besar adalah pupuk organik yang alokasinya untuk tahun ini mencapai 1.100 ton, dimana sebagian besar masih ada.

Hasil pantauan Serambinews.com tiga jenis pupuk bersubsidi, NPK Phonska, SP-36 dan ZA yang langka di Kecamatan Blangpidie sejak 20 Agustus lalu, belum  tersedia di kios-kios pengecer sampai Selasa (28/8/2018), karena masih dalam proses penebusan ke produksen.(*)

 

http://aceh.tribunnews.com/2018/08/28/stok-pupuk-npk-dan-sp-36-habis-untuk-3-kecamatan-di-abdya-persediaan-di-6-kecamatan-sangat-terbatas?page=all