Harga Turun Jadi US$ 7,08 per MMBTU, Gas Blok A Mengalir Agustus

Kata Data : 26 Juli 2018

Pupuk Iskandar Muda akan menyerap gas sebesar 55 mmscfd.

Gas bumi dari Blok A yang terletak di Aceh bisa segera mengalir. Ini menyusul telah sepakatnya harga gas dari blok tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan harga dari Blok A yang dikelola PT Medco E&P Malaka ke Pupuk Iskandar Muda (PIM) turun dari US$ 9,45 ke US$ 7,08 per mmbtu. “Katanya mau harga gas murah,” ujar dia di Jakarta, Kamis (26/7).

Penentuan harga itu merupakan hasil tawar menawar antara kedua belah pihak. Kesepakatan harga itu nantinya akan dituangkan dalam amendemen Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).

Setelah PJBG ditandatangani, gas dari Blok A bisa segera mengalir. “Pokoknya gas akan dialirkan per 1 Agustus,” kata Djoko.

Sekretaris Perusahaan PIM Eddy Alyzzudin pernah mengatakan harga tersebut merupakan gas yang berasal dari Pertamina. Perubahan harga itu karena tidak ekonomis bagi pabrik pupuk. “Segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan kontrak dengan Pertamina,” kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (24/5).

Pertamina memang membeli gas Blok A dari PT Medco E&P Malaka. Penandantangan Jual Beli Gas (PJB) antara Pertamina dan anak usaha PT Medco Energi Internasional ini berlangsung Januari 2015. Dalam kesepakatan itu Medco akan memasok gas dengan volume 198 Triliun BTU selama 13 tahun atau 58 miliar British thermal unit (BBTU) per hari.

Adapun menurut Eddy, IM akan menyerap gas dari blok tersebut sebesar 55 juta kaki kubik per hari (mmscfd). "Kontraknya 10 tahun sejak gas in," ujar dia.

Proyek Blok A sudah beroperasi sejak akhir Maret lalu. SKK Migas menyebutkan proyek ini beroperasi sejak 25 Maret 2018 dan produksinya terus ditingkatkan.

 

https://katadata.co.id/berita/2018/07/26/harga-turun-jadi-us-708-per-mmbtu-gas-blok-a-mengalir-agustus