Temu Kios dan Buat Demplot

MEDAN BISNIS DAILY : 26 MARET 2018

Untuk menggenjot dan membangkitkan gairah petani dalam pemakaian pupuk organik subsidi, sejumlah langkah pun dilakukan produsen pupuk organik bersubsidi. Di antaranya, melakukan temu kios pupuk bersubsidi.

Temu kios itu lakukan PT Petrokimia Gresik, selaku produsen pupuk bersubsidi yang dipercaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi di Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Wilayah I PT Petrokimia Gresik Sugianto, temu kios telah mereka lakukan pada 29 Januari sampai 2 Februari 2018 lalu di lima titik. Yakni, Medan dengan dihadiri sekitar 600 kios, Karo dihadiri sekitar 400 kios, Pematangsiantar dihadiri sekitar 300 kios, Sipirok sekitar 350 kios dan Asahan dihadiri sekitar 300 kios.

Jadi ada sekitar 1.950 kios dari 2.225 total kios pupuk bersubsidi yang ada di Sumatera Utara yang sudah kita lakukan temu kios, kata Sugianto didampingi SPDP Wilayah III Handrian.

Dalam temu kios itu, yang paling mendasar dibahas adalah administrasi penyaluran pupuk organik serta penggunaan pupuk berimbang terhadap pupuk organik dan pupuk Phonska Plus.

Selama ini, kata Sugianto, kios belum begitu memahami tertib administrasi pupuk subsidi. Pemilik kios hanya sekadar jualan tanpa memperdulikan adiministrasi atau pembukuaan dari penjualan pupuk subsidi tersebut.
Padahal administrasi itu sangat penting, untuk mengetahui ril penjualan serta penerima pupuk bersubsdi yang sesungguhnya.

Dalam temu kios itu, kita mengingatkan kembali bahwa subsidi itu menggunakan anggaran pemerintah yang dipertanggungjawabkan. Jadi, bukan tugas produsen, distributor atau mitra saja tapi tugas kita semua termasuk kios dalam menjalankan dan mengawasi peredaran pupuk bersubsidi itu, jelasnya.
Sugi, panggilan akrab Sugianto, juga mengatakan, pada pertemuan dengan kios itu, pihaknya juga menjelaskan bahwa sejak Juli 2017 lalu, pendistribusian pupuk organik tidak lagi dilakukan oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), namun oleh PT Petrokimia Gresik.

Karena masih banyak juga kios ataupun petani yang belum mengetahui bahwa pendistribusian pupuk organik bukan lagi PIM tapi Petrokimia. Inilah kesempatan kami untuk menyosialisasikannya, dan peralihan itu adalah  keputusan Holding, ujar Sugi. Terhadap target serapan pupuk organik, Sugi optimis dapat terealisasi 100%. Dimana alokasi pupuk organik atau Petroganik tahun 2018 sebesar 31.790 ton. Sementara serapan pupuk organik bersubsidi mulai Januari sampai 16 Maret 2018, berkisar 3.347 ton.

Kita optimis, target serapan bisa tercapai 100 persen. Selain sosialisasi manfaat penggunaan pupuk organik bagi tanah dan tanaman, kita juga akan membuat demplot yang merupakan bagian dari program sosialisasi di beberapa tempat, kata SPDP Wilayah III Handrian.

Di samping itu, kata Handrian, pihaknya juga inten melakukan pendampingan dan pengawalan dari sisi kualitas produksi pupuk organik (Petroganik).

 

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2018/03/26/341969/temu_kios_dan_buat_demplot/