Juli 2018, PIM Mulai Bangun Pabrik NPK

PORTAL SATU : 26 FEBRUARI 2018

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) akan menambah satu unit pabrik pupuk NPK, yang akan dibangun pada Juli 2018 mendatang. Pabrik tersebut merupakan joint venture antara PT PIM, PT Pupuk Kaltim dan Jordan Phospate Mining Corporation (JPMC).

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT PIM, Achmad Fadhiel dalam konferensi pers usai perayaan HUT ke 36 PT PIM, Senin, 26 Februari 2018. "Semua perizinan sudah selesai, nilai investasi untuk pembangunan pabrik mencapai Rp1,6 triliun," kata Achmad Fadhiel.

Ia merincikan PT PIM memiliki nilai saham sebanyak 41 persen, JPMC 40 persen dan PT Pupuk Kaltim sebanyak 19 persen dalam usaha pengembangan pabrik tersebut. Pabrik dijadwalkan selesai dua tahun mendatang dan mampu memproduksi pupuk NPK (Natrium, Phospate, Kalium) sebanyak 500 ribu ton per tahun. Sementara sasaran utama hasil produksi pabrik adalah kawasan perkebunan di Sumatera.

Pabrik tersebut nantinya akan menyuplai bahan baku amoniak dan nitrogen dari produksi pabrik amoniak PT PIM. Sementara bahan baku asam sulfat akan didatangkan dari luar sembari menunggu dibangun pabriknya.

"Kita membutuhkan  tenaga kerja 2.000 sampai 3.000 orang, mulai dari membangun insfratruktur dan untuk operasi nantinya. Dalam waktu dekat akan ada perekrutan untuk 200 calon karyawan, formasi S-1. Pabrik ini juga akan diisi oleh karyawan rekrutan tahun lalu yang kini masih magang, setelah pabrik selesai dibangun mereka sudah siap bekerja," katanya.

Pengembangan PIM sampai 2021       

PIM sebagai bagian penggerak pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe sudah menyiapkan strategi pengembangan pabrik-pabrik berbasis Petro Kimia sampai 2021, sebanyak 12 pabrik.  Berbeda dengan Pertamina Hulu Energi (PHE) yang akan meng-upgrade pabrik untuk produksi oil di Aceh Utara.

"Saat ini kita memiliki dua pabrik yaitu amoniak dan urea, dalam dua tahun ke depan akan tambah satu yaitu pabrik NPK, target kita sampai 2021 akan ada 12  pabrik petro kimia di area pabrik PIM ini, dan ini bagian kita dalam membangun KEK," kata Achmad Dhaniel.

Selanjutnya PT PIM juga akan membangun pabrik asam sulfat sebagai pemasok bahan baku untuk pabrik NPK, kemudian pabrik asam phospat, pabrik gypsum, alumunium flouride, NPK Steam Granulation, kemudian pabrik hydrogen peroxide dan dry ice.

"Dengan strategi ini, Insya Allah investor akan datang dan bisa menghidupkan kawasan KEK mulai dari hulu sampai hilir. Target kita semua sudah ada di tahun 2021 mendatang," katanya.[]

 

http://portalsatu.com/read/ekbis/juli-2018-pim-mulai-bangun-pabrik-npk-41095