PT PIM Bangun Prabik NPK Rp 1,6 T

SERAMBI INDONESIA : 27 FEBRUARI 2018

* Gandeng Dua Perusahaan Luar

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sudah mendapatkan izin untuk membangun pabrik pupuk NPK atau Nitrogen (N), Fosfat (P), dan Kalium (K) di areal kawasan pabrik sekarang dengan menggandeng dua perusahaan lain. Jumlah dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik tersebut mencapai Rp 1,6 triliun. Ground breaking (pelatakan batu pertama) direncanakan pada pertengahan 2018.

Dua perusahaan lain yang digandeng PIM adalah PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dengan jumlah modal 19 persen serta Jordan Phospate Mining Corporation (JPMC) dengan saham 40 persen, sedangkan PIM sendiri menanam saham 41 persen.

Demikian antara lain disampaikan Direktur Utama PIM, Achmad Fadhiel, dalam wawancara usai peringatan HUT PIM ke-36, Senin (26/2). “Selama ini petani di Aceh dan Sumatera itu memperoleh pupuk NPK dari pihak swasta. Karena lokasi pemasarannya dekat, kita ingin membangun pabrik NPK kerja sama dengan dua perusahaan lainnya, yaitu PT Kaltim dan JPMC,” katanya.

“Kita sudah mendapatkan izin dan direncanakan semester kedua sudah dapat dibangun,” tambah Dirut PIM, didampingi sejumlah direksi kepada wartawan, Senin kemarin.

Disebutkan, jumlah NPK yang akan diproduksi setiap tahunnya mencapai 500 ribu ton. Untuk kebutuhan asal Sulfat akan didatangkan dari luar untu sementara, terutama sebelum dibangun pabrik di kawasan PIM. Sedangkan amoniak dan nitrogren sudah tersedia di PIM.

“Ke depan kita akan membutuhkan tenaga kerja tambahan. Diperkirakan capai 2.000 sampai 3.000 nantinya ketika pabrik sudah beroperasi,” paparya.

Disebutkan, dana yang dibutuhkan untuk membangun pabrik tersebut mencapai Rp 1,6 triliun, masing-masing PIM 41 persen, Kaltim 19 persen, dan JPMC 40 persen.

“Untuk tenaga kerja sudah dipersiapkan hasil perekrutan sebelumnya. Mereka sekarang sudah dimagangkan ke sejumlah pabrik pupuk lain. Nantinya mereka baru bekerja di pabrik ini setelah beroperasi,” katanya.

Tenaga kerja tersebut adalah lulusan strata satu (S1) dari Aceh, dan sebagian besar adalah yang disekolahkan Pemerintah Aceh sebelumnya. “Kita berharap dukungan dari semua pihak, sehingga pabrik yang sudah direncanakan tersebut dapat dibangun sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” kata Dirut PIM.

Sementara itu saat memberikan sambutan dalam pembukaan HUT PIM Achmad Fadhiel juga menyebutkan pihaknya sudah membentuk PT PIM Prima Media atau PT PRIME sebagai pemilik dan pengelola unit rumah sakit, yang mana nantinya rumah sakit tersebut bertaraf internasional. Untuk pembangunan tahap satu diawali pada 2018.

“Atas capaian prestasi tersebut patut kita ungkapkan rasa syukur. Kami yakin rekan-rekan dari unit kerja terkait sudah bekerja secara maksimal untuk pencapaian target yang telah ditentukan tersebut. Untuk itu Dewan Direksi mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran unit kerja yang telah berkontribusi dalam pencapaiannya,” ujar Achmad Fadhiel.

Dalam kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada karyawan PIM yang sudah mengabdi 10, 20, dan 30 tahun.

 

http://aceh.tribunnews.com/2018/02/27/pt-pim-bangun-prabik-npk-rp-16-t