KEK ArunLhokseumawe Mulai Peroleh Investor

SKALA NEWS : 12 FEBRUARI 2018

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, sudah mulai dimasuki oleh investor setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dan investasi.

"KEK Arun Lhokseumawe beruntung karena lahannya dari awal sudah beres. Ini adalah lahan negara yang kemudian dimasukkan untuk dikembangkan menjadi KEK," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dan investasi KEK Arun Lhokseumawe di Jakarta, Senin (12/2).

Penandatangan investasi di KEK Arun Lhokseumawe meliputi pertama, PT Pelindo I dengan PT Aceh Makmur Bersama mencakup pembangunan tangki timbun minyak sawit mentah yang ditargetkan beroperasi pada Mei 2018.

Kedua, PT Pelindo I dan PT Sinergi Tangguh Alam Raya (PT STAR) untuk kerja sama di bidang usaha kayu lapis (plywood) dengan target pembangunan Juni 2018.

Ketiga, kerja sama PT Pelindo I dengan PT East Continent Gas Indonesia berupa penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan bidang usaha "pressurized" elpiji dan pabrik pembotolan (bottling) yang ditargetkan mulai dibangun pada Juni 2018.

Keempat, PT Pelindo I dengan PT Prosperity Building Material berupa penanaman modal asing yang akan melakukan usaha di bidang logistik pengantongan semen dan akan mulai dibangun Juni atau September 2018 dan mulai beroperasi awal 2019.

Selain penandatangan kerja sama investasi, juga dilakukan perjanjian kerja sama kegiatan operasional barang milik negara berupa aktiva kilang LNG Arun antara Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan PT Patriot Nusantara Aceh (Patna) sebagai pihak pengelola KEK Arun Lhokseumawe.

Aktiva kilang LNG Arun sendiri ditetapkan sebagai bagian dari KEK Arun Lhokseumawe berdasarkan Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017, sehingga secara keseluruhan luas KEK Arun Lhokseumawe mencapai 2.622,48 hektare.

Patna merupakan badan usaha pembangunan dan pengelola (BUPP) yang dibentuk oleh empat lembaga pelaku konsorsium pengelola KEK Arun Lhokseumawe, yaitu PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pelindo I, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA).

Sebagai BUPP, Patna mewakili pemerintah daerah dan beberapa investor yang ikut mendirikan KEK Arun Lhokseumawe terkait dengan pengurusan lahan.

Direktur LMAN, Rahayu Puspasari, mengatakan Patna yang ditunjuk sebagai pengelola kawasan memiliki hak eksklusif mewakili KEK dengan LMAN sebagai pemilik aset. Semua lahan dan aset diserahkan kerja samanya ke Patna sehingga investor langsung dapat berhubungan satu atap.

"Dengan kehadiran Patna, jadi setiap kerja sama melibatkan Patna sebagai pengelola kawasan itu," ucap dia.

KEK Arun Lhokseumawe berfokus pada sektor energi, petrokimia, agroindustri, logistik, industri pendukung ketahanan pangan, serta kertas kraft.Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, sudah mulai dimasuki oleh investor setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dan investasi.

"KEK Arun Lhokseumawe beruntung karena lahannya dari awal sudah beres. Ini adalah lahan negara yang kemudian dimasukkan untuk dikembangkan menjadi KEK," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dan investasi KEK Arun Lhokseumawe di Jakarta, Senin (12/2).

Penandatangan investasi di KEK Arun Lhokseumawe meliputi pertama, PT Pelindo I dengan PT Aceh Makmur Bersama mencakup pembangunan tangki timbun minyak sawit mentah yang ditargetkan beroperasi pada Mei 2018.

Kedua, PT Pelindo I dan PT Sinergi Tangguh Alam Raya (PT STAR) untuk kerja sama di bidang usaha kayu lapis (plywood) dengan target pembangunan Juni 2018.

Ketiga, kerja sama PT Pelindo I dengan PT East Continent Gas Indonesia berupa penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan bidang usaha "pressurized" elpiji dan pabrik pembotolan (bottling) yang ditargetkan mulai dibangun pada Juni 2018.

Keempat, PT Pelindo I dengan PT Prosperity Building Material berupa penanaman modal asing yang akan melakukan usaha di bidang logistik pengantongan semen dan akan mulai dibangun Juni atau September 2018 dan mulai beroperasi awal 2019.

Selain penandatangan kerja sama investasi, juga dilakukan perjanjian kerja sama kegiatan operasional barang milik negara berupa aktiva kilang LNG Arun antara Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan PT Patriot Nusantara Aceh (Patna) sebagai pihak pengelola KEK Arun Lhokseumawe.

Aktiva kilang LNG Arun sendiri ditetapkan sebagai bagian dari KEK Arun Lhokseumawe berdasarkan Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017, sehingga secara keseluruhan luas KEK Arun Lhokseumawe mencapai 2.622,48 hektare.

Patna merupakan badan usaha pembangunan dan pengelola (BUPP) yang dibentuk oleh empat lembaga pelaku konsorsium pengelola KEK Arun Lhokseumawe, yaitu PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pelindo I, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA).

Sebagai BUPP, Patna mewakili pemerintah daerah dan beberapa investor yang ikut mendirikan KEK Arun Lhokseumawe terkait dengan pengurusan lahan.

Direktur LMAN, Rahayu Puspasari, mengatakan Patna yang ditunjuk sebagai pengelola kawasan memiliki hak eksklusif mewakili KEK dengan LMAN sebagai pemilik aset. Semua lahan dan aset diserahkan kerja samanya ke Patna sehingga investor langsung dapat berhubungan satu atap.

"Dengan kehadiran Patna, jadi setiap kerja sama melibatkan Patna sebagai pengelola kawasan itu," ucap dia.

KEK Arun Lhokseumawe berfokus pada sektor energi, petrokimia, agroindustri, logistik, industri pendukung ketahanan pangan, serta kertas kraft.

 

https://skalanews.com/detail/nasional/umum/302855-KEK-Arun-Lhokseumawe-Mulai-Peroleh-Investor