PT PIM Pasok Gas dari PLN Melalui Pola Swap

GO ACEH : 27 JANUARI 2018

PT PIM mendapat pasokan gas normal dari PT PLN (Persero) melalui pola swap. Pabrik perusahaan tersebut mulai beroperasi kembali sejak Sabtu (20/1/2018) lalu. Penyuplaian gas dari PT Perta Arun Gas (PAG) ke PT PIM sejauh ini terhenti karena beberapa kendala.

“Untuk saat ini kita pasok dari PT PLN melalui pola swap sampai PT PAG menyelesaikan permasalah di unitnya. Namun alhamdulillah pabrik produksi pupuk sudah beroperasi kembali,” kata Supervisor Media Antar Lembaga PT PIM, Faisal kepada GoAceh, Sabtu (27/1/2018).

Faisal mengatakan, pabrik PT PIM tidak beroperasi sejak November 2017 lalu karena ketiadaan pasokan gas akibat adanya masalah teknis di PT PAG. Sehingga PIM terpaksa harus mendatangkan pupuk urea dari pabrik pupuk lain di bawah PT Pupuk Indonesia (Persero).

“Pada 17 Januari 2018 lalu, Kementerian ESDM bahkan langsung mengadakan rapat koordinasi untuk membahas pasokan gas ke PT PIM di Jakarta. Rapat itu dipimpin oleh wakil menteri ESDM yang dihadiri oleh SKK Migas dan PT Pertamina, PT PLN, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pertamina Hulu Energi NSB dan NSO, PT Pertamina Gas serta PT PAG,” sebut Faisal.

Antisipasi Kelangkaan Pupuk

Sebagai produsen pupuk, kata Faisal, PT PIM berkomitmen dan berkewajiban menyalurkan pupuk urea bersubsidi di 6 wilayah Provinsi yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi. Untuk jumlah kuota pupuk bersubsidi itu mengacu berdasarkan pada SK Mentan yang diteruskan oleh penerbitan SK Gubernur dan diteruskan kembali oleh penerbitan SK Bupati untuk setiap alokasi kuota pupuk per kabupaten/kecamatan.

“Total keseluruhan pupuk urea bersubsidi untuk rayon 6 provinsi yang menjadi tanggung jawab PT PIM sebesar 381.820 sedangkan alokasi untuk provinsi Aceh berdasakan SK Mentan adalah sebesar 75.420 ton untuk keperluan 23 kabupaten dan kota data terlampir,” sebut Faisal.

Dia menambahkan, meski saat ini pabrik baru saja beroperasi, namun pihaknya memastikan untuk stok pupuk tetap aman, karena sebelumnya kekurangan pupuk dari PT PIM yang terkendala akibat gangguan supplai gas dari PT PAG.

“Namun dapat diatasi dengan adanya bantuan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar 114.500 ton melalui anak perusahaan dibawahnya seperti Pusri Palembang, Kujang Cikampek dan Pupuk Kaltim,” ujar Faisal.

“Saat ini sudah tersebar di gudang penyangga  atau buffer PT PIM di seluruh wilayah  kebutuhan pupuk urea. Untuk Aceh, pada bulan Januari sesuai SK Gubernur adalah sebesar7,957ton,” sambung dia.

 

https://www.goaceh.co/berita/baca/2018/01/27/pt-pim-pasok-gas-dari-pln-melalui-pola-swap#sthash.TOd8MyLe.dpbs