Abdya Kekurangan 2.168 Ton Urea

SERAMBI INDONESIA : 22 JANUARI 2018

Alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Abdya tak sesuai dengan kebutuhan petani karena hanya memenuhi sekitar separuh kebutuhan dua kali tanam (MT rendengan dan MT Gadu) dengan luas tanam mencapai 21.560 hektare (ha).

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Abdya Ir Muslim Hasan MSi kepada Serambi, Jumat (19/1) menjelaskan pagu alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Abdya 2018 sudah diterima berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh tanggal 3 Januari 2018. Namun, pagu pupuk bersubsidi yang diberikan Pemerintah Provinsi itu tidak cukup untuk kebutuhan dua kali musim tanam (MT) padi tahun 2018.

Muslim menyebutkan kebutuhan pupuk Urea untuk 1 ha areal padi sawah sebanyak 200 kg, maka untuk lahan seluas 21.560 ha membutuhkan pupuk sebanyak 4.312 ton. Sedangkan alokasi pupuk Urea hanya sebanyak 2.144 ton, maka terjadi kekurangan mencapai 2.168 ton. Demikian juga pupuk bersubsidi jenis SP-36 setiap 1 ha tanaman padi menyerap 100 kg sehingga untuk areal tanam seluas 21.560 ha (2 kali tanam setahun) menyerap pupuk 2.156 ton.

Sedangkan alokasi pupuk SP-36 sebanyak 495 ton, sehingga kekurangan mencapai 1.661 ton. Hal yang sama juga terjadi pada pupuk NPK Phonska. Untuk 1 ha areal sawah diperlukan pupuk urea sekitar 100 kg, maka areal seluas 21.560 ha (dua kali musim tanam) butuh pupuk NPK Ponskha 2.156 ton. Sedangkan alokasi yang diberikan 1.898 ton, sehingga terjadi kekurangan 258 ton.

Sedangkan pupuk bersubsidi jenis ZA sebagai pupuk pengganti untuk 1 ha lahan sawah dibutuhkan paling sedikit 50 kg, maka menyerap 1.078 ton. Sedangkan alokasi yang tersedia 635 ton, sehingga masih kekurangan 443 ton untuk dua kali tanam setahun. Muslim Hasan menambahkan kekurangan itu baru untuk pertanian tanaman padi.

“Sedangkan alokasi pupuk yang diberikan diperuntukkan untuk sektor pertanian meliputi tanaman padi, perkebunan rakyat, perternakan dan perikanan, sehingga terjadi kekurangan jauh lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu hasil pantauan Serambi hingga kemarin stok pupuk bersubsidi jenis Urea, SP-36, ZA, NPK Phonska, habis total di kios pengecer resmi di Blangpidie, termasuk di kecamatan. Peristiwa tidak tersedia stok pupuk sangat meresahkan petani.

Seorang pemilik kios pengecer resmi di Jalan H Ilyas Blangpidie ketika ditanya Serambi menjelaskan stok pupuk bersubsidi tidak tersedia di semua kios sekarang ini. Sebab, semua kios pengecer resmi hingga sekarang belum bisa melakukan penebusan kepada distributor. Penebusan baru bisa dilakukan setelah penandatanganan kontrak dengan distributor.

“Seluruh kios pengecer resmi baru meneken kontrak dengan distributor pada Selasa (16/1) lalu, di Banda Aceh,” kata salah seorang pemilik kios. Diharapkan penebusan pupuk kepada distributor bisa dilakukan dalam dua hari ini, sehingga stok pupuk bersubsidi yang sangat dibutuh kelompok tani segera tersedia di kios-kios resmi.

 

http://aceh.tribunnews.com/2018/01/22/abdya-kekurangan-2168-ton-urea