Petani Mengeluh, Pupuk Urea Langka di Aceh Timur, Ini Harapannya Kepada Pemerintah

SERAMBI INDONESIA : 20 JANUARI 2018

Petani di Aceh Timur mengeluh terkait langkanya pupuk urea selama sebulan terakhir.

Warga mengeluh karena rata-rata petani saat ini sedang memasuki musim tanam padi, dan sangat membutuhkan pupuk urea untuk pertumbuhan daunnya.

"Rata-rata padi warga sudah berumur 15-20 hari, dan sangat membutuhkan pupuk urea untuk pertumbuhan daunnya," ungkap M Nur, didampingi Lutfi, petani di Gampong Keumuneng, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Sabtu (20/1/2018).

Kata mereka pupuk urea langka sudah sejak sebulan lalu. Biasanya mereka membeli pupuk urea dari panyalur di Kecamatan Idi Tunong, dengan harga Rp 90 per goni.

Pupuk urea tersebut, ungkap petani, dicampur dengan pupuk TSP, dan KCL.

"Tapi kalau tidak ada urea seperti saat ini, kami tidak pakai pupuk. Karena, urea merupakan kebutuhan utama untuk pertumbuhan padi," jelas M Nur.

Urea, jelas M Nur, berfungsi untuk daun, TSP untuk buah, dan KCL untuk akar.

Selain di Kecamatan Idi Tunong, kata M Nur, kecataman tetangga, yaitu Kecamatan Banda Alam juga langka urea.

"Di dua kecamatan ini terdapat ribuan hektar sawah yang saat ini sedang menanam serentak. Dan rata-rata sangat membutuhkan urea," ungkap M Nur.

Petani, kata M Nur, mengharapkan agar pemerintah segera menyalurkan pupuk kepada penyalur di masing-masing kecamatan untuk diperoleh petani.

Karena jika tidak tersedia urea, maka selain pertumbuhan padi tidak subur hasil panen juga tidak memadai.

Baca: Wanita Aceh Timur yang Meninggal di Malaysia Tiba di Kediaman, Haji Uma Bantu Sewa Ambulance

"Kita harap pemerintah segera mengatasi kelangkaan pupuk urea ini. Jika ada oknum distributor yang bermain kita harap pemerintah untuk menindaknya, jika tidak maka petani selalu menjadi korban," kata M Nur.

Amatan Serambi, selain di Kecamatan Banda Alam, dan Idi Tunong, petani juga sedang memasuki musim tanam di Kecamatan Idi Rayeuk, Pante Bidari, dan sejumlah kecamatan lainnya di Aceh Timur.

"Pemerintah memprogramkan peningkatan pangan. Tapi sudah dua bulan pupuk sulit didapatkan petani, diduga ini ada permainan distributor," kata petani Kecamatan Pante Bidari, via WhatsApp. (*)

 

http://aceh.tribunnews.com/2018/01/20/petani-mengeluh-pupuk-urea-langka-di-aceh-timur-ini-harapannya-kepada-pemerintah?page=all