PT PIM Jamin Penyaluran dan Stok Pupuk untuk Aceh Aman

LAYAR BERITA : 25 JANUARI 2018

Sebagai produsen pupuk, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berkomitmen dan berkewajiban menyalurkan pupuk urea bersubsidi.  Wilayah tugas PT PIM untuk 6 provinsi yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi.

Sementara kuota pupuk bersubsidi itu mengacu berdasarkan SK Mentan yang diteruskan oleh penerbitan SK Gubernur dan diteruskan kembali oleh penerbitan SK Bupati, untuk setiap alokasi kuota pupuk per kabupaten/kecamatan.

“Total keseluruhan pupuk urea bersubsidi untuk rayon 6 provinsi yang menjadi tanggung jawab PT PIM sebesar 381.820 ton. Sedangkan alokasi untuk Provinsi Aceh, sesuai SK Mentan sebesar 75.420 ton,” ujar Zulfan Effendi Manager Humas PT PIM melalui rilisnya yang dikirim ke layarberita.com.

Zulfan mengakui kalau saat ini pabrik baru saja beroperasi. Namun  dipastikan untuk stok pupuk tetap aman. Sebab sebelumnya kekurangan pupuk dari PT PIM, terkendala akibat terganggunya supply gas dari PT Perta Arun Gas (PAG), kini telah teratasi dengan adanya bantuan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar 114.500 ton.

“Bantuan tersebut disalurkan melalui anak perusahaan di bawahnya.   Seperti Pusri Palembang, Kujang Cikampek dan Pupuk Kaltim. Saat ini pupuk sudah tersebar di gudang penyangga atau buffer PT PIM di seluruh wilayah.  Kebutuhan pupuk urea untuk Aceh pada bulan Januari sesuai SK Gubernur adalah sebesar 7,957 ton,” terangnya.

Progress penyaluran pupuk urea bersubsidi di seluruh wilayah Aceh masih terus berjalan. Mengingat saat ini penyaluran sudah mencapai angka 3.260 ton.  Artinya, masih ada sisa persediaan yang ada, masih lebih mencukupi. Untuk itulah PT PIM meminta kepada seluruh distributor untuk segera menebus.

Periode musim tanam petani adalah bulan Oktober 2017 hingga Maret 2018. Sehingga program kerja mengalami lintas tahun, dimana pengurusan seluruh adiminstrasi dilakukan di awal tahun.  Kondisi inilah yang menyebabkan adanya beberapa kendala administrasi diawal tahun.

“Pihak kita pada kesempatan pertama, telah menginstruksikan kepada seluruh distributor disetiap wilayah, Agar segera menebus dan menyalurkan pupuk urea bersubsidi agar tidak terjadi kelangkaan,” tambah Zulfan.

Sebagai informasi, pada akhir Desember 2017, kontrak kerja distributor telah berakhir. Sedangkan pada Januari 2018, PT PIM baru saja melakukan penandatanganan kontrak kerja baru dengan para distributor. Bagi distributor yang bermasalah tahun 2017, telah diberikan sanksi hukum, yakni diganti atau dihentikan kontrak.

PT PIM telah menginstruksi agar para distributor yang telah ditunjuk segera menyelesaikan kelengkapan administrasi. Agar tidak terkendala penebusan atau penyaluran. Mengingat pada saat ini kebutuhan petani terhadap pupuk urea pada puncaknya.

“Ini harus segera, sehingga pupuk urea bersubsidi dapat tersedia dengan 6T (tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat mutu, tepat tempat dan tepat jenis),” katanya.

Bagi wilayah Kabupaten Abdya dan Aceh Timur, PT PIM telah memanggil distributor untuk segera melakukan penebusan atau meminta tambahan alokasi.  Hal ini perlu dilakukan agar petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk.

 

https://layarberita.com/2018/01/25/pt-pim-jamin-penyaluran-dan-stok-pupuk-aceh-aman/