PIM Jamin Ketersediaan Pupuk di Aceh

ACEH SATU : 26 JANUARI 2018

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyatakan bahwa pihaknya  menjamin distribusi dan ketersediaan pupuk untuk seluruh wilayah Aceh.

Pernyataan itu dikeluarkan menyusul banyaknya keluhan masyarakat di sejumlah wilayah dii  Aceh tentang kelangkaan pupuk urea bersubsidi di pasaran.

Informasi itu disampaikan Manager Humas PT PIM, Zulfan Effendi dalam siaran pers, Kamis (25/1/2018).

Zulfan dalam pernyataan tertulis mengatakan, PT PIM sebagai produsen pupuk berkomitmen dan berkewajiban menyalurkan pupuk urea bersubsidi di 6 wilayah Provinsi yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi.

Untuk jumlah kuota pupuk bersubsidi itu mengacu berdasarkan pada SK Mentan yang diteruskan oleh penerbitan SK Gubernur dan diteruskan kembali oleh penerbitan SK Bupati untuk setiap alokasi kuota pupuk per kabupaten/kecamatan.

Disebutkan, total  keseluruhan  pupuk  urea  bersubsidi  untuk  rayon  6  provinsi  yang  menjadi tanggung  jawab  PT  PIM  sebesar 381.820 ton, sedangkan alokasi untuk Aceh berdasakan SK Mentan    adalah sebesar 75.420 ton untuk keperluan 23 kabupaten/kota data terlampir.

Walau saat ini pabrik baru saja beroperasi namun dapat dipastikan untuk stok pupuk di PT PIM tetap aman, karena sebelumnya kekurangan pupuk dari PT PIM yang terkendala akibat gangguan supply gas dari PT PAG.

Namun hal itu dapat diatasi dengan adanya bantuan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar 114.500 ton melalui anak perusahaan dibawahnya seperti Pusri Palembang, Kujang Cikampek dan Pupuk Kaltim.

“Saat ini sudah tersebar di gudang penyangga/buffer PT PIM diseluruh wilayah,” kata Zulfan.

Kebutuhan pupuk urea untuk Aceh pada bulan Januari sesuai SK Gubernur adalah sebesar  7,957 ton.

Progress  penyaluran  pupuk  urea  bersubsidi  diseluruh  wilayah  Aceh  masih  terus berjalan mengingat saat ini penyaluran sudah mencapai angka 3.260 ton artinya masih ada sisa persediaan yang ada masih lebih mencukupi dan kepada seluruh distributor untuk segera menebus.

Periode  musim  tanam  petani  adalah  bulan  Oktober  2017  sampai Maret  2018, sehingga program kerja mengalami lintas tahun dimana pengurusan seluruh adiminstrasi dilakukan di awal tahun menyebabkan adanya beberapa kendala administrasi diawal tahun.

Namun PT PIM pada kesempatan pertama telah menginstruksikan kepada seluruh distributor disetiap wilayah untuk segera menebus dan menyalurkan pupuk urea bersubsidi agar tidak terjadi kelangkaan.

Sebagai  informasi  bahwa  pada  akhir  Desember  2017  kontrak  kerja  Distributor  telah berakhir  dan  pada  Januari  2018  PT  PIM  baru  saja  melakukan  penandatanganan kontrak kerja baru dengan para distributor.

“Ddistributor yang bermasalah pada tahun 2017 telah diberikan sanksi hukum dan yang terberat akan dipecat/diganti,” ujarnya.

PT PIM telah memberikan instruksi agar para distributor yang telah ditunjuk dapat cepat menyelesaikan kelengkapan administrasi sehingga tidak terkendala penebusan atau penyaluran, mengingat pada saat ini kebutuhan petani terhadap pupuk urea pada puncaknya sehingga pupuk urea bersebsidi dapat tersedia dengan 6T (tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat mutu, tepat tempat dan tepat jenis).

“Dapat  kami disampaikan  bahwa  untuk  wilayah  kabupaten  Abdya  dan  Aceh  Timur  PT  PIM telah  memanggil  distributor  untuk  segera  melakukan  penebusan  atau  meminta tambahan alokasi agar petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk,” pungkas Zulfan Effendi. (*)

 

https://acehsatu.com/pim-jamin-ketersediaan-pupuk-di-aceh/