Petani Tak Perlu Cemas, Stok Pupuk PT PIM Cukup Hingga Maret

TRIBUNPEKANBARU : 25 JANUARI 2018

PEKANBARU - Terganggunya produksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), ternyata tidak berpengaruh pada stok atau persediaan pupuk urea bersubsidi di Provinsi Riau. Bahkan hingga Maret 2018, persediaan pupuk masih tersedia dan siap didistribusikan kepada petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Hingga saat ini stok pupuk bersubsidi masih aman. Bahkan untuk Maret mendatang. Persediaan pupuk pada tiga gudang PT PIM di Riau siap disalurkan. Jumlahnya sekitar 10 ribu ton,” ujar Ketua Forum Distributor PIM Riau, Noerdin Qidam Rahma, Kamis (25/1).

Informasi itu diperoleh Rahma setelah berkoordinasi dengan PT PIM Wilayah Riau-Kepri. Sebab para petani melalui pengecer juga mempertanyakan hal tersebut kepada distributor. “Kami sudah koordinasi dengan PT PIM Wilayah Riau-Kepri, stok pupuk untuk Riau bahkan cukup hingga Maret,” ulas Rahma.

Para distributor berharap persoalan PT PIM segera ada solusi sehingga penyaluran pupuk urea bersubsidi pada tahun ini berjalan lancar. “Seluruh distributor di Riau berharap pemerintah kembali menambah alokasi pupuk tahun ini seperti halnya tahun lalu. Karena realisasi pupuk yang diberikan sesuai kuota dapat disalurkan dengan baik kepada petani,” imbuh Rahma.

Sementara Kepala Pemasaran Wilayah PT PIM Riau-Kepri, Syamsul Bachri membenarkan stok pupuk bersubsidi Riau cukup hingga Maret. Pihaknya terus berkoordinasi dengan PT PIM di Aceh dalam hal pasokan pupuk sesuai kuota tahun ini.

“Jadi petani tidak perlu cemas karena pasokan pupuk hingga Maret masih tersedia. Kami juga menekankan bahwa tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di Riau. Jika pun ada yang mengatakan pupuk langka, berarti mereka tidak terdaftar sebagai petani penerima subsidi atau masuk RDKK,” tutur Syamsul.

Supervisor Gudang PT PIM Erri Junaidi, menyatakan stok pupuk bersubsidi untuk Riau berada di tiga lini gudang. Yakni Dumai, Pekanbaru dan Kampar. Pihaknya siap mendistribusikan pupuk tersebut kepada distributor sesuai permintaan.

Alokasi pupuk bersubsidi di Riau tahun 2018 sekitar 35 ribu ton. Diharapkan mendapat tambahan alokasi dari pemerintah seperti tahun lalu hingga 41 ribu ton. Sementara stok pupuk saat ini sekitar 10 ribu ton.

Dikutip dari serambiindonesia, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh Utara dipastikan akan beroperasi kembali pada pekan ketiga Januari mendatang dengan pasokan gas sementara berasal dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kepastian itu diperoleh dalam rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar di Jakarta pada Selasa (17/1).

Rapat tersebut dihadiri perwakilan SKK Migas dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertamina, PLN, Pupuk Indonesia, PT Pertamina Hulu Energi NSB dan NSO, PT Pertamina Gas, serta Perta Arun Gas (PAG). Sedangkan PT PIM sendiri diwakili Sekretaris Perusahaan Eddy Alyzzuddin.

Untuk diketahui, operasional pabrik urea dan pabrik amoniak PT PIM terhenti pada pertengahan November 2017, karena pasokan gas sebagai bahan baku tak mencukupi. Pasokan gas yang disuplai PAG hanya 10 Million Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau 10 juta standar kaki kubik perhari. Sedangkan yang dibutuhkan tiap harinya mencapai 55 juta MMSCFD. Eksesnya, awal Desember 2017 PT PIM terpaksa memasok urea dari PT Pupuk Sriwijaya Palembang dan PT Pupuk Kaltim untuk memenuhi kebutuhan di Aceh dan provinsi lainnya pada 2018.

 

http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/01/25/petani-tak-perlu-cemasstok-pupuk-pt-pim-cukup-hingga-maret