Operasional PT PIM Terganggu

SERAMBI INDONESIA : 25 JANUARI 2018

* Urea Langka di Aceh

IDI - Distributor pupuk Urea untuk 9 kecamatan di Aceh Timur, Ramlan, mengatakan bahwa penyebab kosongnya persediaan pupuk urea di Aceh Timur dan sebagian besar kabupaten/kota lainnya di Aceh karena operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara, terhenti sejak pertengahan November 2017 lalu.

Ramlan mengatakan, terhentinya operasional PT PIM tersebut karena tidak tersedianya pasokan gas. “Saat ini PT PIM baru kembali beroperasi setelah mendapat pinjaman gas dari PLN. Karena itu, kita tunggu operasionalnya normal dulu dan berharap suplai pupuk kembali normal,” ungkap Ramlan.

Ramlan, untuk menanggulangi kekurangan pupuk urea di Aceh, pemerintah telah menyuplai dari PT Pupuk Sriwijaya, Palembang. Namun, pasokannya tidak cukup. Sementara untuk pupuk NPK, dan SP36 yang disuplai dari PT Petro Kimia Gresik, tetap tersalurkan dengan baik. “Namun, kedua jenis pupuk ini tetap tidak bisa digunakan untuk padi jika tidak ada urea,” ungkapnya.

Seorang penyalur pupuk lainnya di Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, juga menambahkan, pasokan pupuk urea bersubsidi di daerah itu, terhenti sejak awal Desember 2017.

Petani di Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, Ilyas, mengatakan saat ini rata-rata padi warga telah berumur 15-20 hari dan sangat membutuhkan pupuk urea yang berfungsi untuk menyuburkan batang dan daun.

“Seharusnya, tujuh hari setelah padi ditanam harus diikuti dengan pemupukan. Tapi saat ini, karena pupuk urea tidak tersedia, maka petani tidak memupuk padinya sama sekali,” ungkap Ilyas.

Ia menambahkan, petani, berharap pemerintah bertindak cepat mengatasi kelangkaan pupuk urea ini. Bukan malah membiarkannya dan berharap pasokan normal dengan sendirinya. “Pemerintah terlihat tidak serius dengan program ketahanan pangan yang dicanangkannya. Buktinya, kelangkaan pupuk saja tak mampu diatasi,” ujar Ilyas.

 

http://aceh.tribunnews.com/2018/01/25/operasional-pt-pim-terganggu