Pupuk Bersubsidi Habis Total, Petani Abdya 'Menjerit'

SERAMBI INDONESIA : 24 JANUARI 2018

BLANGPIDIE - Peristiwa habis stok pupuk bersubsidi jenis Urea, SP-36, ZA, NPK Phonska sekitar satu bulan terakhir di seluruh kios pengecer resmi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), belum teratasi hingga Rabu (24/1/2018).

Peristiwa yang terjadi diawal musim tanam sangat meresahkan petani seluruh kecamatan setempat.

Ribuan petani 'menjerit' karena kebutuhan pupuk sangat mendesak tidak diperoleh di pasaran. Sementara areal tanaman padi Musim Tanam (MT) Rendengan 2017/2018 sangat membutuhkan pemupukan.

Pantauan Serambinews.com, stok pupuk Urea, SP-36, ZA, NPK Phonska habis total di kios-kios pengecer resmi kawasan Pasar Blangpidie, ibukota Kabupaten Abdya. Stok pupuk sangat dibutuhkan itu juga tidak tersedia pada kios pengecer resmi di kecamatan-kecamatan.

M Salim, salah seorang petani dari Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Jeumpa mengaku sangat kewalahan setelah berulang kali mendatangi sejumlah kios pengecer kios pengecer pupuk bersubsidi lokasi Jalan H Ilyas, Blangpidie, namun informasi diperoleh bahwa pupuk belum tersedia.

Hal yang sama juga dialami salah seorang petani asal Desa Ladang Tuha II, Kecamatan Lembah Sabil.

Mereka tak habis pikir terhadap pemerintah yang menyediakan pupuk bersubsidi, tapi tidak mampu menyediakan stok ketika dibutuhkan. Peristiwa seperti terjadi berulang kali.

Padahal, keterlambatan pemupukan akan berpengaruh terhadap menurun produksi gabah akibat pertumbuhan tanaman padi tidak sempurna.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Muslim Hasan dihubungi Serambinews.com, Rabu sore mengakui bahwa, peristiwa habis stok pupuk bersubsidi di kios-kios pengecer resmi seperti sekarang ini sangat meresahkan petani.

Tanaman padi yang berumur 20-30 hari sangat membutuhkan pupuk, terutama jenis Urea dan NPK.

Areal tanaman padi yang sangat membutuhkan pupuk, terutama di Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan, Setia, Susoh, Blangpidie, dan Jeumpa.

Pemilik kios pengecer resmi di Abdya diminta segera menebus pupuk. kepada distributor atau penyalur karena mereka sudah meneken kontrak beberapa waktu lalu.

Distributor, dalam hal ini PT Pertani dan PT Meuligo Raya, juga diminta mempercepat penyaluran stok pupuk bersubsidi untuk alokasi Januari 2018 kepada kios pengecer sehingga peristiwa habis stok pupuk segera teratasi. (*)

 

http://aceh.tribunnews.com/2018/01/24/pupuk-bersubsidi-habis-total-petani-abdya-menjerit?page=all