"Mati Suri" Sejak November 2017, PIM akan Bangkit Lagi Dibantu PLN

SUMATERA BISNIS : 18 JANUARI 2018
 
MEDAN - PT Pupuk Iskandar Muda akan mendapatkan pasokan gas dari PLN untuk menopang operasional pabrik yang sudah tidak beroperasi sejak November 2017 akibat terhentinya suplai dari PT Perta Arun Gas.
 
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda Eddy Alyzzuddin dalam siaran persnya, Kamis (18/1/2018), mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM telah mengadakan rapat koordinasi membahas pasokan gas PT Pupuk Iskandar Muda di Jakarta pada 17 Januari 2018.
 
"Rapat ini untuk menyikapi kondisi PT Pupuk Iskandar Muda yang tidak beroperasi karena ketiadaan pasokan gas akibat adanya masalah teknis di PT Perta Arun Gas," katanya.
Sejak November 2017, perusahaan yang berbasis di Kota Lhokseumawe, Aceh, itu tidak beroperasi sehingga untuk memenuhi ketersediaan pupuk urea bersubsidi di sejumlah daerah yang menjadi tanggungjawabnya, PIM mendatangkannya dari pabrik pupuk lain di bawah PT Pupuk Indonesia (Persero).
 
Lebih lanjut Eddy menjelaskan, rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar tersebut dihadiri oleh SKK Migas dan beberapa BUMN terkait.
 
Antara lain PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pertamina Hulu Energi NSB dan NSO, PT Pertamina Gas, PT Perta Arun Gas.
 
Pada akhirnya rapat memutuskan bahwa suplai gas harus segera dialirkan ke Pupuk Iskandar Muda secepatnya dengan pola SWAP gas dari PT Perusahaan Listrik Negara.
 
Mekanisme ini dijalankan selama pasokan gas dari PT Pertamina Hulu Energi NSB dan NSO tidak dapat memenuhi kebutuhan gas minimum untuk memproduksi urea di pabrik PT Pupuk Iskandar Muda.
 
"Telah disepakati pada minggu ketiga bulan Januari 2018 pasokan gas ke pabrik urea PT Pupuk Iskandar Muda dapat disalurkan (gas-in) dengan mendapatkan bantuan pinjaman gas dari PT Perusahaan Listrik Negara."
 
Dia optimistis solusi ini dapat memastikan pabrik urea PIM dapat beroperasi kembali untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi di wilayah-wilayah pemasarannya, yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi.
 
Terlebih, wilayah-wilayah tersebut saat ini telah memasuki musim tanam Oktober – Maret yang mana kebutuhan pupuk urea oleh petani sangat meningkat.