Pupuk Subsidi Masih Langka

SERAMBI INDONESIA : 11 JANUARI 2018

* Diduga belum Didistribusi

BANDA ACEH - Pupuk subsidi 2018 untuk kebutuhan tanaman padi di Aceh Besar masih langka. Penyebabnya diduga karena distributor belum mendistribusikan ke kedai-kedai agen di Aceh, sehingga jika pun ada sisa pupuk subsidi tahun lalu, maka harganya lebih mahal.

Misalnya, urea Rp 90.000-Rp 95.000/zak (50 Kg) menjadi Rp 110.000/zak dan NPK dari Rp 110 ribu/zak (50 Kg) menjadi Rp 130.000/zak.

Setidaknya begitu antara lain temuan Kabid Sarana Produksi Distanbun Aceh, Mukhlis, Rabu (10/1). Hal ini sesuai penjelasan diperolehnya dari Mantri Tani di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Darmawati.

Menurut Darmawati, di Kecamatan Kuta Baro saja, 500 hektare tanaman padi yang sudah ditanami dua minggu lalu, belum diberi pupuk oleh petani karena pupuk belum ada stok lantaran belum disalur distributor ke kios-kois pengecer. Begitu juga disampaikan pedagang pupuk subsidi di kawasan Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Fauzi.

Mukhlis menambahkan hal yang sama juga dikeluhkan petani di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Mereka melaporkan kepada mantri tani di kecamatan itu, hingga kini ada 800 hektare tanaman padi yang sudah ditanam dua minggu, belum diberi pupuk.

Padahal kata Mukhlis, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Hasanuddin Darjo sudah meneken SK pembagian kuota pupuk 2018 per kabupaten/kota, bahkan juga sudah dikirim ke Dinas Pertanian Kabupaten/Kota sebagai acuan pembagian.

“Kelangkaan pupuk subsidi di Kecamatan Kuta Baro, Darussalam, dan Ingin Jaya, Aceh Besar itu harus diambil langkah-langkah penanganan cepat dan tepat oleh distributor pupuk subsidi. Dalam hal ini PT PIM dan PT Petro Kimia Gresik bersama perusahaan penyaluranya. Jika tidak, bisa gawat dan produksi gabah Aceh tahun ini bisa anjlok,” kata Mukhlis.

Mukhlis menyebutkan, selain Aceh Besar, daerah lain di Aceh juga membutuhkan pupuk subsidi saat ini, sehingga kelangkaan yang terjadi setiap musim tanam ini harus ditangani secepatnya. “PT PIM dan PT Petro Kimia Gresik harus segera mengambil langkah-langkah penanganan dan memanggil perusahaan penyalur pupuknya untuk menyalurkan pupuk ke kabupaten/kota dan kecamatan yang sedang membutuhkan pupuk,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRA, Nurzahri kepada Serambi mengatakan pihaknya minggu depan akan memanggil PT PIM dan PT Petro Kimia Gresik bersama sejumlah perusahaan penyalur. Mereka akan dimintai penjelasannya terkait hal ini.

 

http://aceh.tribunnews.com/2018/01/11/pupuk-subsidi-masih-langka