Arsip Berita

Cek Mad: Tugas Kami Sekarang Memberikan Kenyamanan Bagi Investor KEK Arun

AJNN : 15 November 2018

LHOKSEUMAWE – Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib atau akrab disapa Cek Mad menyebutkan tugas pokok Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara saat ini yaitu memberikan kenyamanan kepada Investor yang akan berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun.

“Tugas kami dari Pemkab Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yaitu memberikan kenyamanan kepada investor. Supaya mereka mau berinvestasi dan program-program yang sudah dirancang bisa berjalan dengan baik,” kata Cek Mad kepada AJNN, Rabu (14/11).

Cek Mad menambahkan, untuk perekrutan tenaga kerja dari Putra Daerah, pihaknya akan melakukan pelatihan skill terlebih dulu kepada calon-calon tenaga kerja yang akan direkrut nanti.

“Kita di sini banyak lulusan Universitas dan Perguruan Tinggi. Baik itu IAIN Malikussaleh, Universitas Malikussaleh dan Politekhnik Lhokseumawe, yang memiliki skill bagus untuk direkrut sebagai tenaga kerja di KEK Arun, ” ungkapnya.

Tambah Cek Mad lagi, untuk pelatihan dan uji skill mereka bisa dilakukan diperusahaan-perusahaan yang ada yakni di PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan di Arun sendiri.

“Kalau KEK ini berjalan, tenaga kerja harus kita persiapkan dulu di bidang skillnnya. Sehingga ketika KEK sudah diresmikan, mereka tidak terkejut lagi apa yang harus dilakukan,” ujar Cek Mad.

Cek Mad berharap, peresmian KEK Arun itu bisa berjalan dengan baik ke depan. Apalagi Gubernur Aceh menyebutkan kalau KEK itu akan diresmikan pada Desember 2018 ini. Dan yang paling penting menurutnya ada investor yang mau berinvestasi baik dari dalam maupun luar negeri.

“Dan isu yang patut kita angkat saat ini yaitu, semoga Presiden RI bisa datang pada Launching peresmian KEK Arun tersebut nanti,” pungkasnya.

 

http://www.ajnn.net/news/cek-mad-tugas-kami-sekarang-memberikan-kenyamanan-bagi-investor-kek-arun/index.html

Soal Pupuk Urea Bersubsidi Langka, Wabup Aceh Tenggara: Urea Bersubsidi Dinikmati Orang Kaya

SERAMBI INDONESIA : 22 OKTOBER 2018


KUTACANE - Wakil Bupati Aceh Tenggara, Bukhari mengatakan, kelangkaan pupuk urea bersubsidi di Agara karena banyaknya dinikmati orang-orang kaya sehingga tidak tepat sasaran.

"Urea bersubsidi dinikmati orang kaya makanya langka," ujar Wabup Agara, Bukhari Kepada Serambinews.com, Senin (22/10/2018).

Read more...

Stok Pupuk di Sumbar Aman Hingga Akhir Tahun

Jawa Pos : 4 September 2018

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memastikan stok pupuk aman menjelang musim tanam September hingga Desember 2018. PIM sendiri merupakan penanggungjawab distribusi pupuk urea bersubsidi untuk empat provinsi di Sumatera.

Selain Sumatera Barat (Sumbar), stok pupuk untuk Riau, Kepri, dan Jambi juga aman hingga akhir tahun. "Komitmen itu sudah kami sepakati dalam rakor empat wilayah di Kota Bukittinggi," kata Direktur Komersil PT Pupuk Iskandar Muda Rochan Syamsul Hadi, Selasa (4/9).

Read more...

Permintaan Meningkat, Pasokan Pupuk di Sumbar Aman

Republika : 5 September 2018

Pasokan pupuk urea di Sumatra Barat diklaim aman hingga akhir 2018, meski ada tren peningkatan permintaan seiring ramainya musim tanam. PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), sebagai penanggungjawab distribusi pupuk urea di Sumbar, Riau, Kepri, dan Jambi, memastikan ketersediaan pupuk urea mencukupi.

Jumlah pasokan di gudang lini 2 dan 3 Sumbar mencapai 7.568 ton. Angka tersebut mampu menutup kebutuhan di Sumbar pada September 2018 sebanyak 6.646 ton.

Read more...

Tiga Kecamatan Krisis Pupuk

Serambi Indonesia : 29 Agustus 2018

* Untuk Jenis NPK, SP-36 dan ZA

BLANGPIDIE - Kelangkaan pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, SP-36 dan ZA di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terjadi di tiga kecamatan, Lembah Sabil, Manggeng dan Setia. Malahan, alokasi NPK Phonska dan SP-36 sudah nihil atau tidak ada lagi untuk tiga kecamatan tersebut, sedangkan alokasi pupuk ZA hanya tersedia sebanyak 4 ton.

Sementara alokasi pupuk NPK Phonska, SP-36 dan ZA untuk enam kecamatan lainnya di Abdya dilaporkan tersedia dalam jumlah sangat terbatas sehingga dipastikan tidak mencukupi kebutuhan MT Gadu 2018 yang baru berumur satu sampai dua bulan dan memasuki MT Rendengan 2018/2019 pada Oktober mendatang.

Read more...