Sekilas

Pupuk merupakan salah satu sarana produksi pertanian yang memiliki peranan penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sehingga ketersediaan pupuk mutlak diperlukan. Pembangunan pabrik pupuk dimaksudkan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu pabrik pupuk diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri sesuai dengan prinsip enam tepat, yaitu: tepat mutu, jumlah, waktu, harga, tempat dan jenis.


Pupuk Bersubsidi

Sampai saat ini pemerintah masih memberikan subsidi pupuk kepada petani untuk mendapatkan harga pupuk yang lebih rendah dibandingkan dengan harga pupuk untuk sektor perkebunan dan industri. Kebijakan alokasi ekspor pupuk hanya diberikan oleh pemerintah kepada produsen  pupuk setelah kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi.

Subsidi pupuk pertama sekali diberikan pada  tahun 1970-an, bersamaan dengan paket Bimas. Pada tahun 1998 subsidi pupuk pernah dicabut, tetapi untuk melindungi petani yang daya belinya relatif rendah, pemerintah selama  tahun 1999 – 2002 tetap memberikan subsidi secara tidak langsung melalui Insentif Gas Domestik (IGD).

Pada tahun 2003 sesuai Peraturan Menteri Keuangan,pemerintah beserta DPR telah merubah kebijakan subsidi pupuk dari skema IGD menjadi skema Subsidi Gas,yang mengatur pemberian subsidi pupuk kepada produsen dalam bentuk selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak dengan produsen gas bumi dengan harga gas bumi yang menjadi beban produsen pupuk, yaitu sebesar USD 1,0/MMBTU. Peraturan Menteri Keuangan ini telah beberapa kali diperbaharui hingga tahun 2005.

Pada tahun 2007 pemerintah,  melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.02/2007, merubah pola subsidi gas bumi menjadi subsidi harga pupuk. Dengan pola tersebut pemerintah akan membayar selisih harga pokok ditambah margin 10% dan biaya distribusi dikurangi Harga Eceran Tertinggi (HET)  yang ditetapkan pemerintah.

Selain penugasan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani, produsen pupuk  nasional sesuai dengan Undang-undang Nomor 19 tahun 2003, juga dituntut untuk  mendapatkan profit dari penjualan pupuk non subsidi dan ekspor yang dapat menyumbang dividen dan pajak bagi negara.
 

Regulasi Pemasaran Pupuk

Untuk mengurangi disparitas harga yang tinggi antara pupuk bersubsidi dengan harga pupuk non subsidi maupun harga pupuk internasional, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian menetapkan harga jual pupuk kepada petani dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pada tahun 2006 pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17/Permentan/SR.130/5/2006 tanggal 16 Mei 2006 menetapkan HET pupuk urea bersubsidi sebesar Rp. 1.200/kg.

Kebijakan HET ini ditetapkan kembali oleh pemerintah untuk tahun 2010 melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32/Permentan/ SR.130/4/2010 tanggal 08 April 2010 dimana HET naik menjadi Rp 1.800/kg. Dalam peraturan tersebut juga diatur mengenai kemasan khusus untuk pupuk bersubsidi dengan penambahan tulisan ”Pupuk Bersubsidi Pemerintah” pada kemasan.
 

Kinerja Pemasaran

Realisasi Produksi dan Penjualan Urea PT PIM Tahun 2001 - 2014
(dalam Ton)
Tahun Produksi Penjualan % Penjualan Produksi
Dalam Negeri Ekspor Total Penj Urea
Pangan Industri Kebun Total
2001 220,369 42,512 32,756 925 76,193 130,079 206,272 93.60
2002 586,035 326,995 51,161 0 378,156 203,984 582,140 99.34
2003 491,016 240,439 51,646 125,109 417,194 77,973 495,167 100.85
2004 336,321 184,469 13,671 136,385 334,525 0 334,525 99.47
2005 249,748 218,972 565 27,106 246,643 130,928 377,571 151.18
2006 205,225 85,640 0 184,100 269,740 0 269,740 131.44
2007 238,805 55,671 0 4,879 60,550 238,055 298,605 125.04
2008 251,892 53,408 0 13,305 66,713 167,153 233,866 92.84
2009 447,182 88,504 0 139,548 228,052 272,042 500,094 111.83
2010 398,836 79,568 0 18,648 98,216 21,270 119,486 29.96
2011 478,701 353,866 0 30,712 384,578 126,222 510,800 106,21
2012 532,069 309,677 0 103,257 412,934 65,553 478,488 89,93
2013 397,903 372,716 0 221 372,937 0 372,937 74,59
2014 385,775 376,897 0 76 376,973 0 376,973 97,72

 

Realisasi Penjualan Amonia PT PIM Tahun 2001 – 2014
Tahun Dalam Negeri Ekspor Total
2001 900 9.132 10.032
2002 1.130 16.471 17.601
2003 1.193 23.388 24.581
2004 9.531 68.100 77.631
2005 1.196 54.944 56.140
2006 1.574 25.394 26.968
2007 478 13.497 13.975
2008 362 10.043 10.405
2009 16.543 35.317 51.860
2010 745 52.474 53.219
2011 11.548 57.882 69.430
2012 11.641 39.588 51.229
2013 29.299 52.745 82.043
2014 36.408 2.791 39.199

 

Download File:

  Ketentuan dan Persyaratan Seleksi Calon Distributor Pupuk Urea Bersubsidi Periode Tahun - 2014