|
Pada
saat meresmikan pabrik PIM-1, Presiden RI menyatakan akan segera
mendirikan pabrik PIM-2 di tempat yang sama. Sejak saat itu, Proyek
pengembangan pabrik pupuk PIM-2 mulai dijajaki. Pada tahun 1994 Proyek ini
tercatat dalam Blue Book Bappenas dan pada 20 Nopember 1996 Pemerintah
menyetujui pembangunan Proyek PIM-2.
Pemancangan tiang
pertama Proyek PIM-2 dilakukan pada tanggal 25 Pebruari 1999, tetapi
karena situasi keamanan tidak kondusif, Proyek ini dihentikan
pembangunannya sejak 18 Desember 1999 dan baru dimulai pembangunan kembali
pada tanggal 3 Juli 2002. Produksi amoniak (first drop) terjadi pada
tanggal 18 Pebruari 2004 dan pada 15 Agustus 2005 Proyek PIM-2 dinyatakan
selesai dengan kapasitas sebagai berikut :
l |
Unit Urea, menggunakan teknologi Aces - TEC, Jepang, dengan kapasitas desain sebesar 1.725 ton urea / hari. |
| l |
Unit Amoniak, menggunakan teknologi Kellog
Brown & Root, AS, dengan kapasitas desain 396.000 ton amoniak/Tahun. |
|
Tertundanya
pembangunan Proyek PIM-2, yang dibangun oleh konsorsium Toyo Engineering
Corporation Japan, PT.
Rekayasa
Industri dan PT. Krakatau Engineering, ini
telah berdampak
pada peningkatan biaya, yaitu dari USD 310,2 juta menjadi USD 344,8 juta.
|