Arsip Berita

Akademisi Sebut 5 Alasan Penting Akuisisi Pupuk AAF oleh PT PIM

KOMPAS : 3 JANUARI 2017

Akademisi dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh mengajak semua pihak, baik masyarakat, legislatif, eksekutif dan pengusaha di Aceh mendukung rencana PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) mengakuisisi PT Aceh Asean Fertilizer (PT AAF) dalam tahun ini.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unimal, Wahyuddin Albra menyebutkan setidaknya lima alasan mendukung upaya PIM mengakusisi perusahaan manyoritas sahamnya milik negara-negara Asean tersebut.

“Pertama jelas ini akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Aceh Utara, Aceh bahkan berdampak pada penyerapan tenaga kerja secara nasional,” ujarnya.

Alasan kedua, sambung Wahyu yaitu Indonesia masih masih memerlukan tambahan pasokan produksi pupuk urea untuk kebutuhan petani sekawasan Sumatera. “Khususnya pupuk non subsidi,” terangnya.

Read more...

Pemprov Aceh Dukung Akuisisi PT AAF

SERAMBI INDONESIA : 3 JANUARI 2017

* Oleh PIM untuk Rencana Jangka Panjang hingga 2021

Kepala Badan Investasi dan Promosi (Baiprom) Aceh, Iskandar Zulkarnaen mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh mendukung akuisisi atau ambil alih oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhadap PT Aceh ASEAN Fertilizer (PT AAF) di Aceh Utara yang sudah berhenti beroperasi sejak 2004. Langkah itu dinilai strategis untuk membangkitkan perekonomian Aceh.

Iskandar menyampaikan hal ini ketika menjawab Kompas.com, Senin (2/1), menanggapi wacana jangka panjang PIM hingga 2021 yang menargetkan dengan dana pinjaman Rp 4 triliun dapat menghidupkan PT AAF sehingga dapat memproduksi berbagai jenis pupuk, seperti disampaikan Dirut PIM Achmad Fadhiel dalam kegiatan pengantongan urea akhir 2016 dan awal 2017, di Pabrik PIM, Sabtu (31/12) malam, sebagaiman diberitakan Serambi kemarin.

“Pemerintah Aceh menyambut baik rencana akuisisi AAF ke PIM. Ini membawa angin segar bagi pertumbuhan investasi di kawasan itu,” kata Iskandar.

Read more...

TAHUN 2016, PRODUKSI PUPUK ISKANDAR MUDA CAPAI TARGET, 2017 BANGKITKAN PUPUK ASEAN

Indonesia Bangkit : 1  JANUARI 2017

Tepat pukul 00.00 malam minggu pergantian tahun 2016 ke 2017, direktur utama Pabrik Pupuk Iskandar muda Achmad Fadhiel bersama sejumlah direksi   melakukan pengantongan terakhir dan dilanjutkan dengan pengantongan perdana Pupuk di Krueng Geukuh Aceh Utara.

Pengantongan terakhir ini merupakan target yang dicapai sesuai dengan yang direncanakan yaitu 300 ribu ton untuk pupuk urea prile  dengan hasil yang di capai  296 ton lebih sedangkan untuk amonia dari 250 ribu ton dan hasil yang dicapai 239 ton lebih ini sengaja tidak di capai target produksi amonia.

Hal ini disebabkan pihak perusahaan mengurangi produksinya karena harga gas tak warna ini di pasaran sedang tidak stabil, disamping kurangnya permintaan sehingga PIM hanya memproduksi, nh3  untuk keperluan sendiri.

Read more...

Target produksi PT PIM 2016 tidak tercapai

ANTARA ACEH : 2 JANUARI 2017

Target produksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh tahun 2016 tidak tercapai karena alasan penyesuaian.

Direktur Popduksi Teknik dan Pengembangan PT PIM Dwi Satriyo Annurogo dalam rilis di Lhokseumawe, Senin, menjelaskan target produksi tahun 2016 untuk produk Urea sampai 300.000 ton, dengan realisasi 296.544,12 ton.
 
Sedangkan target produksi Ammonia 250.000 ton, akan tetapi hanya mampu tercapai 239.329,45 ton.
 
Alasan pihak perusahaan sebagaimana disebutkan olehnya, bahwa bukan karena tidak bisa mencapai target, namun sedang mengendalikan produk amonia. Dimana produk amonia dikonsentrasikan akses yang ada, karena saat sekarang harga pasar ammonia kurang mendukung untuk perusahaan.

Read more...

PIM Lampaui Target Produksi

ANALISA : 1 JANUARI 2017


PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Lhokseumawe mampu memproduksi pupuk urea melampaui target yang di­te­­tapkan pada 2016.

Hal itu disampaikan Direk­tur pro­duksi, Teknik dan men­­jawab pers pa­da pengan­to­ngan pupuk penutup ta­hun 2016 dan memasuki 2017, di ruang direksi PIM, Sabtu (31/12) malam.

Didampingi Direktur Utama, Ach­mad Fadhiel dan jajaran direksi lain­nya, Dwi Satriyo menyebutkan pada 2016, PIM manargetkan pro­duksi pu­puk urea sebanyak 300.000 ribu ton, na­mun realisasinya men­capai 397.­322 ton atau 102, 4 persen

Sementara  produksi amo­niak han­ya  tercapai 239.329 ton atau 95,7 per­sen dari target 250.000 ton. Khu­sus amoniak tidak begitu fo­kus bagi PIM, karena hanya untuk pemakaian intern PIM bagi bahan baku  pupuk urea.

Dua Pabrik

Direktur Utama PIM, Ahmad Fa­dhiel menje­las­kan, pada 2017 pihak­nya akan meng­operasikan dua pabrik se­kaligus mening­katkan produksi pu­puk urea dan amoniak. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan pupuk subsidi untuk wilayah Su­ma­tera, dan mening­katkan pen­jualan pupuk non subsidi ke Kalimantan dan sebagian daerah di pulau Sumatera.

Diakuinya selama ini PIM hanya mengoperasikan satu pabrik, yaitu PIM -2, namun pada bulan Juni men­da­tang, akan menghidupkan pabrik PIM -I. Diharapkan  April, re­­ha­bilitasi pabrik bisa segera rampung dan pada Juni pa­brik mulai start-up serta bulan Juli beroperasi penuh untuk pabrik PIM-1.

Read more...