Pengembangan Bisnis

Program kegiatan bidang penelitian dan pengembangan adalah sebagai berikut :

1. Pengembangan (Development)

a. Pengembangan Adsorben Sulfur Removal (PIMIT)
Komponen utama dalam gas bumi yang diperlukan dalam pembuatan pupuk adalah senyawa methane, namun dalam kenyataannya ada senyawa-senyawa ikutan yang tidak diinginkan karena dapat mengganggu/toxic pada saat proses produksi. Salah satu senyawa yang dapat mengganggu proses produksi adalah adanya senyawa Hidrogen Sulfida (H2S) karena dapat meracuni katalis dan juga mempercepat korosif.

Dalam proses pembuatan pupuk, kandungan H2S yang ditolerir  maksimal 5 ppm, kandungan H2S untuk Sumatera Bagian Utara & Aceh cukup tinggi (onshore dan offshore) sedangkan adsorben yang ada di pasaran saat ini kurang memadai namun kalaupun ada harganya cukup tinggi.

PT PIM bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Kimia telah melakukan penelitian untuk membuat adsorben sulfur removal ini dalam beberapa tahap :

  • Tahap-1 : Pengujian skala laboratorium di ITB, tahun 1997
  • Tahap-2 : Pengujian Laboratorium di ITB, tahun 1999
  • Tahap-3 : Pembuatan adsorben desulfurisasi skala pabrik kapasitas 2 ton/hari, tahun 2007

Dari hasil penelitian telah ditemukan formula dan teknologi proses pembuatan adsorben sulfur removal yang kualitas daya serapnya lebih baik dibandingkan dengan adsorben luar yang saat ini ada dipasaran.
 

b. Pupuk NPK (Nitrogen, Phosfor, Kalium)
Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan produksi pangan nasional guna mencapai swasembada pangan. Konsekuensi yang muncul dari upaya tersebut adalah peningkatan kebutuhan sarana produksi pertanian nasional, salah satunya adalah pupuk. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan kebutuhan dan konsumsi pupuk nasional yang semakin meningkat adalah dengan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk terutama dengan meningkatkan penggunaan pupuk majemuk sebagai pengganti pupuk tunggal.

Meningkatnya kesadaran dan tuntutan akan efisiensi dalam penggunaan pupuk menyebabkan permintaan pupuk majemuk khususnya NPK semakin meningkat, termasuk dari wilayah Sumatera bagian Utara. Peluang pengembangan inilah yang dimanfaatkan oleh PT PIM dengan memproduksi pupuk NPK.
 

2. Penelitian (Research)

a. Pupuk Kimia Organik (KIMO)
Limbah cair pabrik berpotensi mencemari lingkungan khususnya perairan laut dimana effluent limbah tersebut terdapat, hal ini disebabkan karena limbah cair tersebut masih mengandung unsur-unsur Amonia (NH3) dan urea (NH2CONH2) yang merupakan racun bagi biota air namun merupakan unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman.

Pupuk organik dapat menyuburkan tanaman, namun unsur hara Nitrogen yang dikandungnya relative rendah, sehingga dengan mengkombinasikan pupuk organik dengan limbah cair pabrik dapat menghasilkan pupuk organik dengan kandungan Nitrogen yang memadai.

Tujuan penelitian :

  • Mengurangi atau menghilangkan biaya pengolahan limbah cair pabrik dengan cara memanfaatkannya untuk pembuatan pupuk Kimia Organik (Kimo)
  • Membuat pupuk organik dengan kandungan Nitrogen > 5 % (Pupuk Organik pada umumnya mengandung Nitrogen < 2 %)
  • Membuka peluang usaha yang dapat memberi keuntungan bagi perusahaan.


b. Demonstrasi Plot (Demplot)

1. Demplot Pupuk Urea Granul
Pupuk Urea jenis granul merupakan produk baru PT PIM yang akan diproduksi secara masal. Sebelum dilepas ke pasaran maka dilakukan terlebih dahulu ujicoba melalui demplot pada tanaman pangan dan hortikultura sekaligus untuk mensosialisasikan produk urea granul.

Ukuran urea granul lebih besar dibandingkan urea prill yaitu berkisar antara 2 – 4 mm, sehingga kelarutan urea granul lebih lama dan lebih optimal diserap oleh tanaman, sedangkan komposisi atau kandungannya sama seperti urea prill. Perbadaanya hanya terletak pada bentuk dan pemakaiannya saja.

Pupuk urea granul ini rencananya akan dipasarkan terutama untuk Propinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Tujuan dari ujicoba ini adalah :

  1. Sebagai percontohan bagi masyarakat/petani dalam hal penggunaan pupuk urea granul pada tanaman padi, jagung dan hortikultura lainnya untuk meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan petani.
  2. Mengkaji respon pemupukan tanaman padi, jagung dan hortikultura terhadap penggunaan pupuk Urea Granul dari segi peningkatan hasil panen
  3. Parameter yang diamati dalam pelaksanaan Demplot tersebut adalah perolehan hasil panen dan analisa ekonomi terhadap nilai tambah yang kemungkinan dapat diperoleh pada aplikasi penggunaan pupuk Urea Granul dibandingkan dengan penggunaan pupuk Urea Prill dalam satu siklus produksi.

Panen Demplot Tanaman Padi dengan menggunakan Pupuk Urea Granule

Percobaan Uji pupuk Urea Granul terhadap demplot tanaman padi

Percobaan Uji pupuk Urea Granul terhadap demplot tanaman jagung


2. Demplot Pupuk PIM Organik
Pada tahun 2011 PIM akan memproduksi pupuk organik (PIM Organik) yang akan dipasarkan di daerah Propinsi Aceh dan Sumatera Utara . Sebelum pupuk organik dilepas ke pasaran, untuk melihat respon pupuk tersebut terhadap tanaman maka dilakukan Demonstrasi Plot (Demplot) sekaligus untuk memperkenalkan produksi PIM Organik dan sosialisasi penggunaan pupuk organik kepada masyarakat petani.

Tujuan Penelitian :

  1. Sebagai percontohan bagi masyarakat dan petani dalam hal penggunaan pupuk organik untuk tanaman padi
  2. Memperkenalkan kepada masyarakat dan petani cara penanaman padi dengan pola tanam System Rice of Intensification (SRI)
  3. Mengkaji respon pemupukan terhadap tanaman padi dengan menggunakan pupuk PIM Organik.

Pupuk PIM Organik

Demplot Pupuk PIM Organik

 

c. Pupuk Hayati

Penelitian ini dilakukan bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan tujuan untuk mendukung kemandirian industri kimia dan petrokimia khususnya industri pupuk berbasis sumber daya lokal.

Bahan baku (matrik/carrier) disediakan oleh PIM dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia, sedangkan mikroba hayati dikembangkan oleh BPPT, kemudian diujicoba respon pupuk hayati tersebut pada tanaman Hortikultura.